MALANG | Prodi Keperawatan FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam dunia pendidikan kesehatan nasional. Melalui Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), UMM resmi meluncurkan kelas unggulan Center of Excellence (CoE) Non-Communicable Disease (NCD) atau Penyakit Tidak Menular (PTM) pertama di Indonesia. Kegiatan monumental ini berlangsung dalam rangkaian Lokakarya Kurikulum Keperawatan yang digelar di Kampus Putih UMM.
Inovasi ini hadir sebagai respons strategis terhadap meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan UMM, Ns. Edy Purwanto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., menyampaikan bahwa CoE NCD menjadi wujud nyata kepedulian UMM terhadap tantangan kesehatan masyarakat modern.
“Kita menciptakan kelas khusus untuk NCD karena urgensinya sudah tidak bisa diabaikan. Ini yang pertama di Indonesia, dan menjadi bukti bahwa UMM siap menjadi motor penggerak perubahan di bidang keperawatan,” ujar Edy.
Lebih lanjut, kelas unggulan ini akan mengintegrasikan pendekatan promotif dan preventif sebagai bagian dari pembelajaran utama. Mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran 40% teori di kampus dan 60% praktik lapangan, khususnya di puskesmas dan komunitas. Skema ini dirancang agar lulusan benar-benar paham dinamika kesehatan masyarakat dan mampu menjadi agen edukasi di lini terdepan pelayanan kesehatan.
Tak hanya itu, mahasiswa CoE NCD akan digabung dalam kelas berbasis minat, difokuskan pada materi dan keterampilan khusus terkait NCD. Pendekatan ini diyakini akan memperkuat kapabilitas calon perawat agar memiliki keunggulan kompetitif saat lulus nanti.
Program CoE ini memperkuat posisi UMM sebagai kampus berbasis inovasi dan kolaborasi yang adaptif terhadap isu kesehatan global, sekaligus membuka babak baru dalam pendidikan keperawatan berbasis kebutuhan riil masyarakat.