Dosen Farmasi FIKES UMM, Meneliti Ekstraksi Eceng Gondok Dan Kulit Jeruk, Lolos Pendanaan Oleh APTFMA
Dosen Farmasi FIKES UMM Meneliti Ekstraksi Eceng Gondok Dan Kulit Jeruk, Lolos Pendanaan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Muhammadiyah Aisyiyah (APTFMA). Seleksi pemberian Hibah ini melibatkan seluruh universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah seindonesia, Jurusan Farmasi. Dosen Farmasi tersebut diwakili oleh Ibu apt. Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes. Ibu Ina, begitu sapaan akrabnya, mengatakan Sampai saat ini industri farmasi di Indonesia masih mengimpor pasokan bahan baku obat dari luar negeri. Sekitar 90% bahan baku sediaan obat bukan berasal dari dalam negeri. Indonesia perlu mengembangkan industri farmasi terutama industri bahan baku obat. Adanya industri bahan baku obat membuat harga-harga obat menjadi lebih murah karena harga bahan baku obat yang tidak mahal seperti bahan baku hasil impor. Oleh sebab itu, solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan terus menerus mencari alternatif dari bahan alam Indonesia. Salah satunya adalah dengan mendapatkan sumber yang banyak mengandung serat selulosa, tinggi kandungan antioksidan, dapat tumbuh dengan cepat, dan mudah didapatkan, agar dapat dilakukan proses pembuatan baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Tumbuhan tersebut adalah eceng gondok dan kulit jeruk. “Eceng gondok diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu 60% selulosa, 8% hemiselulosa, dan 17% lignin. Sedangkan kulit jeruk mengandung selulosa sebesar 5,36%. Persentase selulosa yang cukup besar inilah menjadikan kedua bahan alam ini sebagai mikrokristalin selulosa, yang dapat digunakan untuk bahan baku sediaan farmasi”, katanya.
Dosen Fisioterapi FIKES UMM, Raih Gelar Doktor Dengan Meneliti Kualitas Hidup Orang Dengan HIV

Dosen Fisioterapi FIKES UMM baru-baru ini memperoleh gelar Doktornya dari Taiwan. Dosen tersebut adalah Ibu Sri Sunaringsih Ika Wardojo, M.PH, PHd. Gelar Doktor yang diraihnya berkat meneliti perkembangan dan permasalahan psikososial, juga pengaruhnya terhadap kualitas hidup dan tingkat depresi yang dialami pada orang dengan HIV AIDS di kota malang. Penyematan Gelar tersebut diraih dari Taipei Medical University, Taiwan. Ibu Ika, Panggilan akrabnya, mengatakan bahwa terdapat banyak permasalahan yang sangat kompleks pada orang dengan HIV AIDS di malang. Salah satunya adalah orang HIV AIDS dicap sesuatu yang tabu dan dihindari. Sehingga, orang dengan HIV AIDS yang disingkat dengan ODHA, mengalami berbagai tekanan, baik oleh keluarga maupun masyarakat. “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan psikososial odha. Hal ini dipengaruhi tingginya tingkat stigmatisasi dari masyarakat dan juga kurangnya dukungan sosial. Dua hal ini dapat berdampak negatif terhadap peningkatan kasus depresi dan penurunan tingkat kualitas hidup dalam jangka panjang” “Oleh sebab itu, perlunya adanya edukasi secara simultan kepada masyarakat, tentang info penularan dan pencegahannya, pengecekan berkala. Selain itu, pentingnya pemberian dukungan sosial dan menghindari stigmatisasi pada odha , sehingga diharapkan mengurangi terjadinya kasus depresi dan meningkatkan kualitas hidup odha secara jangka panjang” tandasnya. Dekan FIKES UMM, Dr Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp, Kom, menambahkan bahwa kami panjatkan rasa bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah…sebuah kabar baik buat FIKES dalam upaya penguatan SDM. Kebijakan UMM terkait studi lanjut di luar negeri beberapa tahun lalu telah masuk dalan tahapan establish. Ada yang lulus dan terus ada yang baru memulai studi di LN. Tentu saja hal ini menambah kekuatan FIKES dalam kegiatan internasionalisasi.