Pergantian Tampuk Kepemimpinan Jurnal FIKES UMM, Gagas Terindeks Oleh Perpustakaan Universitas Luar Negeri

Pergantian tampuk kepemimimpinan Jurnal di Lingkungan FIKES UMM dari pimpinan lama, Bapak Edi Purwanto, MNg kepada Ibu Henik Tri Rahayu, MS.,PhD. Penyerahan direktur Jurnal FIKES UMM tersebut disaksikan oleh Bapak dekan, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom dan juga Wadek 1, Ibu Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., PhD. Pemimpin baru jurnal tersebut akan menggagas berbagai gebarakan baru antara lain, bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan dari luar negeri dan juga DOAJ. Bapak Edi, sapaan beliau, mengatakan bahwa selama ini capain jurnal kami adalah Akreditasi Sinta 3 pada tahun 2019-2023. Selanjutnya, Kedepannya yang harus di benahi adalah meningkatkan kualitas artikel, memperluas indeksasi termasuk ke DOAJ dan juga meningkatkan akreditasi ke Sinta 2. Sejalan dengan pimpinan lama jurnal, Ibu Henik, menambahkan bahwa akan meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan oleh pemimpin yang sebelumnya. Salah satu upaya kami dalam meneruskannya dengan melakukan perbaikan-perbaikan guna mempersiapkan reakreditasi baru untuk Jurnal Keperawatan (JK). Persiapan tersebut hrus kami persiapkan dalam 1 tahun ini. “Selain itu, yang terdekat adalah mempersiapkan agar jurnal terindeks oleh DOAJ dan juga sambil menjajaki indeksing dari perpustakan universitas luar negeri. Sementara Perpustakaan yang jadi bayangan kita adalah perpustakaan dari universitas-universitas yang ada di Negara Taiwan dan Thailand. Pemilihan negara tersebut dengan pertimbangan bahwa banyak sumber daya kita yang banyak kuliah disana”, tutupnya. (editor:zq)
Pergantian Tampuk Kepemimpinan Jurnal FIKES UMM, Gagas Terindeks Oleh Perpustakaan Universitas Luar Negeri

Pergantian tampuk kepemimimpinan Jurnal di Lingkungan FIKES UMM dari pimpinan lama, Bapak Edi Purwanto, MNg kepada Ibu Henik Tri Rahayu, MS.,PhD. Penyerahan direktur Jurnal FIKES UMM tersebut disaksikan oleh Bapak dekan, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom dan juga Wadek 1, Ibu Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., PhD. Pemimpin baru jurnal tersebut akan menggagas berbagai gebarakan baru antara lain, bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan dari luar negeri dan juga DOAJ. Bapak Edi, sapaan beliau, mengatakan bahwa selama ini capain jurnal kami adalah Akreditasi Sinta 3 pada tahun 2019-2023. Selanjutnya, Kedepannya yang harus di benahi adalah meningkatkan kualitas artikel, memperluas indeksasi termasuk ke DOAJ dan juga meningkatkan akreditasi ke Sinta 2. Sejalan dengan pimpinan lama jurnal, Ibu Henik, menambahkan bahwa akan meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan oleh pemimpin yang sebelumnya. Salah satu upaya kami dalam meneruskannya dengan melakukan perbaikan-perbaikan guna mempersiapkan reakreditasi baru untuk Jurnal Keperawatan (JK). Persiapan tersebut hrus kami persiapkan dalam 1 tahun ini. “Selain itu, yang terdekat adalah mempersiapkan agar jurnal terindeks oleh DOAJ dan juga sambil menjajaki indeksing dari perpustakan universitas luar negeri. Sementara Perpustakaan yang jadi bayangan kita adalah perpustakaan dari universitas-universitas yang ada di Negara Taiwan dan Thailand. Pemilihan negara tersebut dengan pertimbangan bahwa banyak sumber daya kita yang banyak kuliah disana”, tutupnya.
Warek 3 UMM Motivasi Maba FIKES UMM Memiliki Jiwa Leadership-Akademik

Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Nur Subeki, ST, MT, saat membuka Student Day mahasiswa baru alias maba Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) tadi pagi, meberikan motivasi kepada para mahasiswanya tersebut. Menurut Nur Subekti, penerapan nilai-nilai kebangsaan sangatlah penting, terutama bagi mahasiswa baru agar kedepannya mampu menjalankannya dalam kehidupan perkuliahan. Salah satu caranya dengan mengundang pemateri handal di bidangnya Yonif Para Raider 502 KOSTRAD sangat tepat untuk memberikan materi kebangsaan pada mahasiswa baru. “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Saya sangat menginginkan adanya karakter Critical Tingking atau pemikiran yang kritis, dan kreatifitas yang inovatif bagi mahasiswa baru FIKES UMM. Agar kedepannya kalian dapat melangkah ke jalan yang tepat,” tandas Nur Subeki. Untuk mencapai semua hal yang diinginkan, lanjut Nur Subeki sangat perlu adanya komunikasi yang bagus sehingga akhirnya dapat berkolaborasi satusama lain. Di masa pandemi ini mahasiswa FIKES UMM sebagai tenaga kesehatan selalu berkolaborasi dengan pihak TNI dengan satu tujuan yaitu mengatasi penularan Covid-19. Itulah karakter mahasiswa yang di-inginkan dan harusnya diterapkan di UMM. Sebagai garda terdepan, kata Nur Subeki harus mampu mengantisipasi semua permasalahan seperti masa pandemi saat ini dan juga terutama dalam menghadapi situasi yang tidak menentu. “FIKES menjadi center point, semua orang saat ini butuh uluran tangan kita semua. Tidak menutup kemungkinan kita memiliki partner bekerja secara bersama-sama. Yang terpenting harus ada trust untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya. Kata Nur Subeki Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki dasar akademik yang baik. Jika memiliki jiwa kepemimpinan dan akademik maka dua pilar ini sangat berarti bagi mahasiswa. Artinya memiliki persiapan dan kemampuan dengan cara mengikuti organisasi yang telah disiapkan di UMM.
Dekan FIKES UMM Student Day Spesial Bersama Raider KOSTRAD

Menurut Yoyok, student day kali ini sangat istimewa karena pemateri didatangkan langsung dari Yonif Para Raider 502 KOSTRAD Mayor Inf Hari Mughnii Nagara S,E mengisi materi Meneguhkan Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air. Meskipun materinya tentang nasionalisme, lanjut Yoyok mahasiswa baru FIKES UMM terlihat sangat antusias mengikuti pembukaan student day yang diikuti sekitar 461 maba dalam jaringan atau daring sisanya 51 mahasiswa baru menghadiri secara langsung kegiatan pembukaan student day di aula kampus 2 Universitas Muhammadiyah Malang. Saat pembukaan tersebut Yoyok memberikan semangat kepada peserta yang hadir melalui zoom meeting dan menjelaskan jika Student Day yang merupakan hari mahasiswa, semoga hasilnya akan menjadi mahasiswa yang hebat dan alumni terbaik UMM. Yoyok mengatakan jika kegiatan student day ini bersifat tahunan yang wajib diselenggarakan bagi mahasiswa baru khsusnya fakultas ilmu kesehatan. Tahun ini sangat berbeda karena kegiatan ini dilakukan secara blended, ada yang join melalui zoom meeting dan perwakilan datang langsung. Selain itu FIKES berkesempatan bersilaturahmi dengan Yonif Para Rider. “Yonif Para Rider merupakan pasukan elit TNI Angkatan Darat. Kami mengundang beliau agar menjadi patokan dan untuk mebentuk karakter mahasiswa militan yang nantinya lulus tepat waktu. Saya juga berharap pada kesempatan kali ini bisa menularkan semangat ridernya bagi kita semua khususnya untuk maba,” tegasnya. Sebagai Dekan FIKES, Yoyok menaruh harapan besar bagi maba untuk mengikuti kegiatan Student Day hingga akhir agar mendapatkan output yang maksimal sehingga nantinya akan lulus tepat pada waktunya dan mamapu meraih cita-cita yang diharapkan.
Maba FIKES UMM Digembleng Materi Nasional, Pembentukan Karakter Kebangsaan

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) mengadakan student mahasiswa baru berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, maba FIKES UMM ditempa karakter disiplin dan kebangsaan oleh Yonif Para Raider 502 KOSTRAD. Sebagai instruktur student day FIKES UMM, Wakil Komandan Yonif Para Raider 502 KOSTRAD, Mayor Inf Hari Mughnii Nagara S.E, memfokuskan student day FIKES UMM pada tema yang berkaitan dengan kegiatan TNI yaitu kebangsaan dan cinta tanah air. Materi tersebut sangat penting bagi maba FIKES UMM, kata Mayor Hari, disebabkan teori saja untuk kebangsaan masih sangat kurang. Mahasiswa baru FIKES UMM harus turun lapang dan barak untuk mempraktekkan sekaligus membangun jiwa korsa bagi mahasiswa baru FIKES UMM. Sebagai langkah awal penyampaian materi, tandas Mayor Hari, telah disiapkan cuplikan video yang menggambarkan susahnya perjuangan pahlawan dahulu untuk meraih kemerdekaan. Artinya agar mahasiswa baru FIKES UMM mengetahui betapa sulitnya para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Dari sinilah, tandas Mayor Hari, maba FIKES UMM sebagai pengisi pembangunan yaitu sebagai mahasiswa adalah belajar untuk memajukan bangsa harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Sementara sebagai TNI menjaga pertahanan bangsa. Mayor Hari juga menjelaskan sedikit mengenai sejarah Indonesia dan memperkenalkan kembali apa dan siapa itu Indonesia. Tujuannya adalah untuk membangun kembali rasa perjuangan dan rasa bangga dapat hidup dan berkembang di NKRI. Sebagai mahasiswa baru FIKES UMM, tandas Mayor Hari, sangat penting untuk mengetahui nilai-nilai asli yang ada di Indonesia agar tidak kehilangan indentitas asli Indonesia. “Kami mengajak mahasiswa FIKES UMM untuk lebih mencintai budaya yang ada di dalam negeri. Jangan mengedepankan budaya luar demi gaya hidup di Indonesia. Fashion kita saat ini sudah tidak mencerminkan budaya asli kita. Generasi muda merupakan generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini,” pungkasnya. Menjadi seorang pemimpin pasti memiliki beberapa masalah dan hambatan, ucap Mayor Hari, hal tersebut jangan dijadikan alasan untuk berkembang. Seperti halnya pandemi saat ini yang begitu banyak rintangan namun harus tetap dilewati. Nakes dan TNI bekerja sama, gunakan pandemi ini sebagai langkah untuk bersatu demi tujuan bersama.