Ciptakan Gagasan Aplikasi Rehabilitasi Pasien Jantung, Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Raih Medali Perunggu Di Ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internasional

Latih Tendik dan Laboran Administrasi Pelaporan Keuangan, FIKES UMM Berupaya Menjadi Good Faculty Governance

Mahasiswa FIKES UMM Raih Medali Perunggu Di Ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internasional yang bertemakan “Asean Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (AISEEF) 2022″. Mahasiswa tersebut membuat karya tulis ilmiah yang menggagas pembuatan aplikasi yang mempermudah orang dengan gangguan jantung untuk rehabilitasi. Mahasiswa tersebut diwakili oleh M Dodik Prastiyo, Dinda  Putri S, Khoiroh Yeroh, Fino Ardiansyah dan Risa  Aprillia. Lomba ini di ikuti oleh 447 tim dari 20 negara di ASEAN. Adapun negara-negara yang mengikuti even ini antara lain, Indonesia, Malaysia, Turkey, Mesir, Singapura, USA, Philipina, Palestina, Thailand, Lebanon, Macau, Vietnam, Uni Emirate Arab, Iran, Tunisia, Macedonia, Korea, Taiwan dan Republik Serbia. Ajang ini digelar secara hybrid oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro,  8 Februari 2022 lalu. Pemenang lomba, diumumkan secara virtual Selasa (8/2/2022). Menurut Khoiro Yeroh, mengatakan bahwa rehabilitasi jantung merupakan salah satu intervensi pengobatan yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien jantung koroner. Pandemi Covid yang terjadi tentunya menjadi permasalahan dalam penyediaan layanan itu sendiri. Oleh karena itu, kami memberikan solusi penanganan pasien jantung koroner di masa pandemi dengan menggunakan sistem berbasis mobile health bernama CardioFriends “Aplikasi ini dirancang untuk pasien penyakit jantung koroner untuk memudahkan perawatan di rumah. Perlu adanya penelitian dan uji coba lebih lanjut terkait efektivitas penggunaan aplikasi dalam mengatasi tantangan penyelesaian kasus penyakit tidak menular di era Covid-19”, tutupnya. M. Dodik menambahkan bahwa Aplikasi ini terintegrasi antara smartwatch dan website dengan smartphone sebagai media utamanya. Aplikasi ini memiliki delapan fitur utama 1) pendidikan 2) kepatuhan pengobatan 3) manajemen stres 4) kesehatan tubuh 5) aktivitas fisik 6) konseling kesehatan 7) dukungan komunitas penyakit jantung 8) dan mengukur kesejahteraan. “Dengan dukungan menyelesaikan tantangan, notifikasi harian, serta mengukur pengetahuan, tingkat obesitas, dan juga tingkat stres. Sehingga, pengguna didorong untuk menyelesaikan tugas sehari-hari untuk memastikan pasien menggunakan aplikasi ini secara maksimal”, imbuhnya.