Pakar Keperawatan Maternitas UMM, sampaikan Safe Motherhood Initiative di Nursing Program Faculty of Health Sciences, University Teknologi Mara, Malaysia.

Pakar Keperawatan Maternitas UMM, sampaikan Safe Motherhood Initiative di Nursing Program Faculty of Health Sciences, University Teknologi Mara, Malaysia

Terlibat dalam kegiatan International Collaborative Teaching antara program studi keperawatan FIKES UMM dengan Nursing Program Faculty of Health Sciences, University Teknologi Mara (UiTM) Malaysai, Heny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Mat., PhDmenyampaikan topik Safe Motherhood. Initiative. Kegiatan ini dilakukan via daring  pada Hari Sabtu, 17 Desember 2022. International Collaborative Teaching ini dimoderatori oleh Dr Rusnani Ab Latif, dosen senior di Faculty of Health Sciences, Universiti Teknologi Mara, Malaysia. Safe motherhood merupakan salah satu komponen penting dari Kesehatan Reproduksi. yang berarti memastikan bahwa semua wanita menerima perawatan yang dibutuhkan, aman dan sehat selama kehamilan dan persalinan. Safe Motherhood Initiativediluncurkan oleh World Health Organization (WHO) dan lembaga internasional lainnya pada tahun 1987. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kematian wanita akibat komplikasi kehamilan dan persalinan di negara berkembang. Ini memastikan layanan dan pengawasan prenatal, intra natal dan postnatal. Heny Dwi Susanti sebagai pakar keperawatan maternitas yang juga sebagai Wakil Dekan I FIKES UMM, mengatakan bahwa kenapa kita perlu melakukan gerakan safe motherhood initiative karena beberapa latar belakang diantaranya adalah tahun 2017, sekitar 810 wanita meninggal dikarenakan kehamilan dan persalinan. Antara tahun 2000 dan 2017, rasio kematian ibu turun sekitar 38% di seluruh dunia. 94% dari semua kematian ibu terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ibu yang juga menyelesaikan studi doktornya di Taipei Medical University juga menambahkan bahwa remaja muda (usia 10-14) mengalami risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi akibat kehamilan. Selain itu, penyebab kematian ibu disebabkan oleh beberapa komplikasi yang terjadi, seperti perdarahan post partum, infeksi, hipertensi selama kehamilan (pre-eclamsia dan eklamsia), komplikasi saat melahirkan, dan tindakan aborsi yang tidak aman. untuk menurunkan angka mortality dan morbidity, perawatan terhadap ibu sebelum hamil, selama, dan setelah melahirkan dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi baru lahir. Oleh sebab itu “safe motherhood initiative” sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada ibu. Bu Henny panggilan akrabnya dan juga penggiat olahraga pilates di FIKES UMM ini dengan ID Scopus 57221678781 menambahkan agar ibu aman, WHO telah merekomendasikan empat intervensi strategis yang harus disampaikan melalui PHC (Primary health care) diantaranya yaitu: 1. Keluarga Berencana, 2.  Perawatan antenatal, 3. Pengiriman bersih/aman, 4. Perawatan kebidanan esensial. Keluarga Berencana, untuk memastikan individu dan pasangan memiliki informasi dan layanan untuk merencanakan waktu, jumlah & jarak kehamilan, mengurangi jumlah kehamilan berisiko tinggi dan tidak diinginkan. Perawatan antenatal untuk mencegah komplikasi jika memungkinkan dan memastikan bahwa komplikasi kehamilan terdeteksi dini & ditangani dengan tepat. Pengiriman Bersih/Aman untuk mengurangi jumlah komplikasi kebidanan. Menjamin bahwa semua penolong persalinan memiliki pengetahuan, keterampilan & peralatan untuk melakukan persalinan yang bersih & aman serta memberikan perawatan nifas kepada ibu & bayi. Perawatan Kebidanan Esensial untuk memastikan bahwa perawatan esensial untuk kehamilan berisiko tinggi tersedia untuk semua wanita yang membutuhkannya dan komplikasi ditangani dengan tepat dan dirujuk tepat waktu. Dan juga manajemen yang efektif dari setiap komplikasi kebidanan yang terjadi, jelas ibu yang menyelesaikan spesialis keperawatan maternitas di Universitas Indonesia ini.  Bu Henny yang memiliki interesting riset pada women health, saat ini juga menjadi perawat expert di rumah sakit UMM berharap semoga ibu di Indonesia menjadi lebih sehat untuk menghasilkan generasi kuat Indonesia. Bukannya ibu menjadi madrasah utama bagi anak-anaknya, ibu yang sehat akan menghasilkan anak Indonesia yang hebat, tutupnya.

Dosen Prodi Keperawatan FIKES UMM Berikan Guest Lecture di Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Dosen Prodi Keperawatan FIKES UMM Berikan Guest Lecture di Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Para Hari Sabtu, 17 Desember 2022, kembali digelar kegiatan internasional di FIKES UMM. Kali ini kegiatan internasional yang dilakukan dalam bentuk guest lecture dimana dosen prodi Keperawatan FIKES UMM diundang oleh Nursing Program, Faculty of Healht Sciences, Universiti Tekhnologi Mara, Malaysia. Kegiatan internasional ini dilakukan secara daring dengan tajuk International Collaborative Teaching yang bertemakan “Safe Motherhood Initiative: Maternal Health Care, Family Planning”. International Collaborative Teaching ini dimoderatori oleh Dr Rusnani Ab Latif, dosen senior di Faculty of Health Sciences, Universiti Teknologi Mara, Malaysia. Sedangkan dosen Prodi Keperawatan FIKES UMM yang terlibat adalah Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep.Sp.Kom dan Heny Dwi Susanti, M.Kep.,Sp.Kep.Mat, PhD. Terdapat dua materi yang disampaikan yaitu Family Decision Making for care of children in Indonesia dan Safe Matherhood Initiative. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M, Kep., Sp. Kom, pakar dalam bidang community health nursing, yang menyelesaikan studinya di program spesialis keperawatan komunitas Universitas Indonesia, dan program doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini mengatakan bahwa sangat penting memgulas family decision-making for care children di Indonesia. Menurutnya orang tua memiliki hak hukum untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan kesehatan anak mereka untuk memastikan bahwa perawatan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak dan harapan keluarga. Pengambilan keputusan yang tidak tepat dari orang tua seperti tidak mengunjungi fasilitas kesehatan dan tidak melakukan imunasasi akan sangat beresiko pada kesehatan anak. Pak Yoyok Bekti Prasetyo panggilan akrabnya, yang saat ini memiliki 14 artikel terindeks Scopus dan 3 artikel terindes Web of Sciences, mengatakan Permasalahan kesehatan anak di Indonesia antara lain, ditunjukan dengan indikator Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) yang masih rendah. Pelayanan dalam KN1 meliputi konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI eksklusif. Selain itu juga indikator cakupan imunisasi dasar yang belum mencapai target nasional dan terus meningkatnya prevalensi stunting dan wasting pada anak di Indonesia.   Data dari Indonesian Basic Health Research (RISKESDAS) survey tahun 2018 by the National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Ministry of Health didapatkan bahwa cakupan terendah KN1 ada di Nusa Tenggara Timur (60,17%), DI Yogyakarta (72,12%) dan Sulawesi Barat (74,35%) sedangkan standar nasional tahun 2018 adalah 85%. Selain itu, cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia belum mencapai target tahun 2018 yaitu sebesar 92,5%. Provinsi dengan capaian terendah yaitu Papua (29,60%), Nusa Tenggara Timur (51,72%) dan Aceh (55,26%).  Masih meningkatnya kasus stunting dan wasting di Indonesia. Persentase balita sangat pendek dan pendek usia 0-59 bulan di Indonesia tahun 2018 adalah 11,5% dan 19,3%. Kondisi ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu persentase balita usia 0-59 bulan sangat pendek sebesar 9,8% dan balita pendek sebesar 19,8%. Persentase balita usia 0-59 bulan di Indonesia pada tahun 2018 sangat kurus yaitu sebesar 3,5% dan kurus sebesar 6,7%. Kondisi ini cenderung mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2017, dimana persentase balita sangat kurus sebesar 2,8% dan kurus sebesar 6,7% Data diatas menyatakan bahwa pentingnya pengambilan keputusan oleh orang tua terhadap kesehatan anaknya. Pengambilan keputusan ini mencakup bagaimana, kapan, dan di mana mencari bantuan; menyetujui pilihan pengobatan ketika lebih dari satu pilihan pengobatan tersedia; menyetujui tujuan pengobatan, imbuhnya Pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh faktor sociodemografi seperti: usia, pendidikan, pekerjaan, komunikasi dari orang tua. Karakteristik sosiodemografi ini menentukan persepsi atau keyakinan sehat sesorang dalam mengambil perilaku pencaraian kesehatan. Pendidikan orang tua yang lebih tinggi akan mempengaruhi perilaku orang tua dalam berperilaku mencari pelayanan kesehatan.   Sebagia tindak lanjut dari International Collaborative Teaching antara FIKES UMM danga UiTM Malaysia, Pak Yoyok Bekti Prasetyo yang juga Dekan FIKES UMM sangat senang dengan lanjutan kegiatan ini dimana enam dosen dan pimpinan dari UiTM akan hadir di UMM untuk mengikuti Semintar Internasional yang akan dihelat bulan Januari tahun 2023 di UMM. Selamat datang UiTM di UMM, semoga kegaitan internasional di FIKES UMM semakin dinamis, jelasnya  

Menyambut Milad Program Studi Ilmu Keperawatan Ke 16, Prodi Mengadakan Seminar “Optimizing Management Non-Communicable Disease (NCD’s) In Era 5.0”

Menyambut milad Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (PSIK UMM) yang Ke-16, FIKES UMM mengadakan seminar nasional dengan tema Optimizing Management Non-Communicable Disease (NCD’s) In Era 5.0 pada hari Sabtu (17/12) yang dilakukan pada platform ZOOM FIKES UMM. Kegiatan seminar nasional ini diselenggarakan guna menjadi pembukaan kedua pada Milad Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UMM Ke-16 yang telah dimulai pada hari Minggu, 11 Desember 2022 dan di akhiri pada hari Sabtu, 24 Desember 2022 dengan kegiatan donor darah serta Khitan Massal. Seminar merupakan suatu pertemuan oleh beberapa kelompok dengan tujuan yang membahas suatu topik atau tema tertentu yang membahas mengenai masalah atau topik yang sedang trend pada suatu waktu. Adapun tujuan diadakannya seminar untuk menemukan jalan keluar mengenai topik atau tema tersenbut. Biasanya pemateri yang mengisi perihal acara merupakan pemateri yang ahli pada bidangnya. Pada seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa UMM, alumni, dosen dan jajarannnya, serta banyak antusias dari perawat dari berbagai institusi hingga dari Kuwait dan menghadirkan pemateri dari RSU UMM Malang yaitu dr. Gerry Permadi Sp.PD dan Ners. Sugiharto, MAN., Ph.D serta dibantu oleh Ibu Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep. Sp. Kep.MB sebagai moderator. Dekan Fakultas Ilmu kesehatan yang membuka acara seminar mengungkapkan “Seminar nasional keperawatan ini merupakan dalam rangkaian acara dalam milad program studi ilmu keperawatan yang ke 16. Tema yang dibahas dipagi hari yaitu optimizing management NCD’s in era 5.0 ini menjadi tema menarik, dan adik-adik juga mendapat langsung dari narasumber yang sangat baik terkait dengan informasi ini. Kita tahu Indoneia terus berjuang dengan tantangan-tantangan di bidang kesehatan yang luar biasa, dimana kita belum selesai dengan penyakit-penyakit infeksius seperti Covid-19 dan kita masih dihadapi dengan penyakit tidak menular atau non-communicable disease, ini juga menjadi perhatian buat kita terutama kita yang di profesi keperawatan. Semakin banyak pola hidup yang terus menjadi penyebab masalah dari penyakit-penyakit kronis seperti penyakit diabetes millitus yang terkait dengan life style dan penyakit-penyakit lainnya, sehingga ini menjadi perhatian untuk kita semua untuk terus membuat inovasi. Dan saya sangat bangga adik-adik keperawatan khususnya yang terus mengimpove serta terus berinovasi didalam kejuaraan atau lomba-lomba ilmiah. Kami berharap milad ini sangat semarak, seluruh adik-adik keperawatan saling bahu-membahu untuk memeriahkan acara ini dan puncaknya ada pada pekan depan akan diselenggarakan jalan santai, khitan, dan lomba tumpeng semoga semuanya diberi keehatan dalam mengikuti kegiatan milad ini”. Ketua program studi ilmu keperawatan Fikes UMM, Bapak Edi EDI PURWANTO., S.Kep., Ns., M.Ng. “Milad Prodi Ilmu Keperawatan UMM yang ke 16 ini menyelenggarakan beberapa agenda, diantaranya kegiatan ilmiah, games, olahraga dan kegiatan sosial. Seminar nasional ini menjadi salah satu Kegiatan ilmiah yang di ikuti seluruh civitas prodi keperawatan dan juga dari eksternal. Total peserta ada 634, ada peserta dari Sumbawa, Gorontalo dan bahkan ada peserta dari Kuwait. Alhamdulillah kegiatan ini sukses, semoga agenda seperti ini bisa kita rutinkan dan bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi seluruh peserta.” Ungkap beliau. Penaggung jawab acara pada seminar nasional NCD’s Ibu Henik Tri Rahayu, S.Kep,. Ns., MS., PhD mengatakan “Seminar nasional ini merupakan pengalihan dari kuliah NCD untuk program alih jenjang keperawatan Angkatan. Dg seminar nasional ini diharapkan mhs selain mempelajari tentang NCD, juga dinilai tentang kerjasama tim dan kepemimpinan dalam proses persiapan sampai acara. Selain itu, seminar nasional dg sertifikat 2SKP PPNI ini, juga diharapkan acara ini dapat memberi manfaat bagi mahasiswa secara akademik dan masyarakat luas terutama dalam hal pencegahan dan penatalaksanaan NCD khususnya hipertensi dan diabetes.”   Pada kesempatan hari ini, dr. Gerry Permadi Sp.PD dengan tema “Preventing and Controlling The Silent Killer Diseases: Focus on Hypertension and Hyperlipidemia” membahas mengenai Ncd, Hipertensi, Dislipidemia Adapun isi dari tema yang dibahas yaitu mengenai Ncd sendiri merupakan penyakit kardivaskular yang menyebabkan kematian terbanyak sekitar 17,9 juta orang setiap tahun dan diikuti dengan penyakit kanker dengan jumlah 9,3 juta. Penyakit pernapasan kronik juga termasuk dengan jumlah 4,1 juta dan diabetes sebanyak 2 juta termasuk dalam kematian yang diakibatkan oleh penyakit ginjal dan penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes.   Adapun pembahasan mengenai Hipertensi yang disebut – sebut sebagai “silent killer” karena kebanyakan orang yang menderita penyakit Hipertensi ini mungkin tidak memiliki tanda dan gejala. Penyakit hipertensi juga didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik (SBP) ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolic (DBP) ≥ 90 mmHg. faktor faktor risiko dari Hipertensi itu sendiri terdiri dari usia, ras, Riwayat keluarga, obesitas / kelebihan berat badan, kurang olahraga, penggunaan tembakau/vaping, terlalu banyak konsumsi garam, kalium rendah, minum terlalu banyak alcohol, stress, dan penyakit kronis. Penyebab dari penyakit Hipertensi adalah Hipertensi prima atau esential, merupakan jenis hipertensi terbanyak yang diderita pada orang dewasa serta penyebabnya tidak diketahui. Hipertensi sekunder penyebabnya yaitu alcohol, obat-obatan, hipotiroid, dan hyperklemia. Pencegahan dari penyakit hipertensi yaitu: Penurunan berat badan Diet yang sehat,  mengurangi konsumsi sodium Meningkatkan konsumsi potassium Aktifitas fisik Mengurangi konsumsi alcohol Memodifikasi gaya hidup yang sehat Dislipidemia penyakit yang dapat didefinisikan sebagai lipidplasma yang tidak normal Peningkatan trigliserida plasma, kolestrol total dan kolestrol LDL yang abnormal serta penurunan kolestrol HDL. Penyakit dilipidemia ialah faktor resiko potensial utama untuk terjadi nya suatu penyakit kardio vascular. Penyakit dislipidemia juga berperan utama dalam pathogenesis terbentuk nya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah yang merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung coroner dan stroke. Penyakit dislipidemia dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori : Dislipidemia primer ( genetic dan paling umum pada anak-anak) Dislipidemia sekunder (gaya hidup dan umum pada orang dewasa ) Penyebab terjadi nya dislipidemia dapat berkembang dengan gen yang mengakibatkan kelebihan produksi atau gangguan pembersihan kolestrol TG dan LDL, serta produksi yang kurang atau pembersihan LDL yang berlebihan. Penyebab yang paling penting pada dislipidemia sekunder itu sendiri adalah konsumsi alcohol yang berlebihan, gaya hidup yang tidak aktif, dengan asupan makanan yang berlebih dari lemak jenuh, kolestrol dan lemak trans. Pencegahan dari penyakit dislipidemia itu sendiri yaitu : memodifikasi gaya hidup ( diet, akitifitas fisik, dan berhenti merokok), diet untuk menenurunkan LIID plasma Sedangkan Ns. Sugiharto MAN., Ph.D dengan tema “Penggunaan Teknologi Dalam Penanganan Diabetes Melitus”. Diabetes melitus diderita oleh berdasarkan IDM ( Internasional Diabetes Melitus) ada sekitar 537 juta yang ada didunia dan akan diproyeksikan menjadi 629 juta dan di Indonesia terdidentifikasi 19,5 juta dan akan