Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Gelar Program UKS Jiwa di SMP Kabupaten Malang

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Gelar Program UKS Jiwa di SMP Kabupaten Malang

Malang, 20 Mei 2024 – Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dari Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengenalan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Jiwa kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Malang. Program ini dimulai pada bulan Mei dan akan berlangsung hingga Juli 2024. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengenalkan konsep UKS Jiwa yang memberdayakan guru dan siswa dalam penanganan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Ketua PKM-PM UKS Jiwa, Amelia Wulan Sari, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan mampu membantu dalam deteksi dini, pencegahan, dan penanganan masalah kesehatan mental dengan melibatkan secara aktif guru dan siswa sebagai penggerak utama program. “Inovasi ini diharapkan dapat membantu dalam deteksi dini, pencegahan, dan penanganan masalah kesehatan mental, dengan melibatkan aktif guru dan siswa sebagai penggerak utama program,” kata Amelia. Selama kegiatan ini, mahasiswa PKM-PM memberikan materi pengenalan kesehatan jiwa kepada siswa-siswi dan guru, yang disertai dengan permainan untuk menguji pengetahuan mereka tentang kesehatan jiwa. Program ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa dan guru lebih mudah memahami dan menerapkan konsep-konsep kesehatan jiwa dalam kehidupan sehari-hari. Muhammad Ari Arfianto, M.Kep., Sp.Kep.J, Dosen Keperawatan Jiwa UMM, turut memberikan tanggapan mengenai pentingnya peran sekolah dalam pencegahan masalah kesehatan jiwa di kalangan remaja. “Masalah kesehatan mental kini semakin meningkat di kalangan remaja. Program UKS Jiwa hadir sebagai solusi pencegahan yang kami tawarkan. Kami berharap program ini dapat menjadi unggulan dan berkelanjutan, menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang mendukung kesehatan emosional dan spiritual siswa,” ujarnya. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari pengurus sekolah dan diharapkan dapat berlanjut sebagai program yang berkelanjutan di masa mendatang. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan seperti ini di lingkungan sekolah perlu terus dikembangkan untuk mendukung upaya kesehatan mental generasi muda. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan siswa dan guru semakin meningkat, serta dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan suportif.