Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen FIKES UMM Fokus pada Penggunaan Teknologi AI, PJBL, dan Metode Kasus

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen FIKES UMM Fokus pada Penggunaan Teknologi AI, PJBL, dan Metode Kasus

Malang, 23 Juli 2024 – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan intensif yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen melalui penggunaan teknologi AI, Project-Based Learning (PJBL), dan metode pembelajaran berbasis kasus (case method). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengajaran dosen dan memastikan mahasiswa dapat bersaing di tingkat nasional maupun global. Wakil Dekan 1 FIKES UMM, Ns. Henny Dwi Susanti M.Kep.,Sp.Kep.Mat., PhD dalam sambutannya, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali dosen dengan keterampilan yang diperlukan dalam penggunaan teknologi modern dan metode pembelajaran inovatif. “Tujuan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen: Penggunaan Case-method, PJBL, dan AI dalam Proses Pembelajaran adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen sehingga target mahasiswa tercapai melalui penguatan teknologi dengan AI dan pengembangan pembelajaran melalui PJBL dan case method. Mahasiswa dapat bersaing di tingkat nasional dan global,” ungkapnya. Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari ini mencakup berbagai sesi praktis dan teoritis. Para dosen diperkenalkan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) terbaru yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Teknologi ini tidak hanya membantu dalam penyampaian materi yang lebih interaktif tetapi juga dalam memberikan analisis data yang mendalam tentang kinerja dan perkembangan mahasiswa. Metode pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PJBL) juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. PJBL adalah pendekatan yang menekankan pada pembelajaran melalui penyelesaian proyek nyata yang relevan dengan dunia kerja. Melalui metode ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia profesional, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Selain itu, penggunaan metode kasus (case method) dalam proses pembelajaran juga diperkenalkan sebagai alat yang efektif untuk mendorong mahasiswa berpikir analitis dan memecahkan masalah kompleks. Dengan studi kasus, mahasiswa diajak untuk mempelajari situasi nyata dan mengembangkan solusi yang aplikatif, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja yang sebenarnya. Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 FIKES UMM juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi dan metode pembelajaran. “Di era digital ini, kita harus terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa lulusan FIKES UMM tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat tetapi juga keterampilan praktis yang kompetitif di pasar kerja global,” tambahnya. Para dosen yang mengikuti pelatihan ini mengaku sangat antusias dan merasa mendapatkan banyak wawasan baru. Salah satu peserta pelatihan, apt. Siti Rofida S.Si., M.Farm, mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran dan bagaimana mengimplementasikan PJBL serta case method dengan efektif. Ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pengajaran di kelas.” Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo M.Kep., Sp.Kom juga menambahkan bahwa Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya FIKES UMM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di kancah nasional dan internasional. Dengan kombinasi antara teknologi AI, PJBL, dan metode kasus, mahasiswa FIKES UMM diharapkan tidak hanya mampu memahami teori dengan baik tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang esensial untuk sukses di dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam jangka panjang, inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan reputasi UMM sebagai institusi pendidikan yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus mendukung visi dan misi universitas untuk menciptakan generasi muda yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global, jelasnya