Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Tembus Jurnal Internasional Q2 melalui Riset Skripsi Kesehatan Perempuan

Translation and validation of the premenstrual change coping inventory in Indonesian version

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Rintan Rikawati, mahasiswa keperawatan FIKES UMM, berhasil membawa riset skripsinya menembus jurnal internasional bereputasi Q2, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa sarjana mampu bersaing di level global. Artikel hasil penelitiannya dipublikasikan dalam Pediomaternal Nursing Journal milik Universitas Airlangga, jurnal yang secara konsisten menjadi rujukan internasional di bidang keperawatan maternitas dan kesehatan perempuan. Riset yang dilakukan Rintan mengangkat topik yang sangat relevan namun sering luput dari perhatian, yaitu strategi koping perempuan dalam menghadapi perubahan pramenstruasi. Dalam artikelnya yang berjudul Translation and Validation of the Premenstrual Change Coping Inventory in Indonesian Version, Rintan berfokus pada proses penerjemahan dan validasi instrumen Premenstrual Change Coping Inventory agar dapat digunakan secara sahih dalam konteks budaya Indonesia. Selama ini, banyak penelitian dan praktik klinis di Indonesia masih bergantung pada instrumen luar negeri yang belum tervalidasi secara linguistik dan psikometrik, sehingga berpotensi menimbulkan bias dalam pengukuran. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan metodologis yang kuat. Rintan melibatkan ratusan responden perempuan Indonesia dan menggunakan analisis statistik lanjutan seperti exploratory factor analysis dan confirmatory factor analysis untuk memastikan struktur faktor instrumen sesuai dengan konstruk teoritis yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi Bahasa Indonesia dari instrumen tersebut memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, sehingga layak digunakan dalam penelitian maupun praktik keperawatan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu keperawatan, tetapi juga menyediakan alat ukur yang dapat digunakan secara luas oleh perawat dan peneliti di Indonesia. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pembimbing akademik, Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep.Mat., PhD, yang turut menjadi narasumber dalam pencapaian ini. Dalam keterangannya, Henny menjelaskan bahwa sejak awal penelitian ini dirancang untuk tidak berhenti sebagai skripsi semata. Ia menekankan pentingnya membiasakan mahasiswa berpikir bahwa penelitian yang baik harus memiliki dampak ilmiah dan praktis. Menurutnya, topik PMS dan strategi koping perempuan merupakan isu penting dalam keperawatan maternitas, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kesehatan mental, dan produktivitas perempuan. Henny juga menuturkan bahwa proses menuju publikasi jurnal Q2 bukanlah perjalanan singkat. Mahasiswa harus mampu memahami metodologi penelitian secara mendalam, konsisten dengan kaidah ilmiah, serta terbuka terhadap kritik dari reviewer internasional. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Rintan menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkontribusi di level global, asalkan dibekali dengan pendampingan yang tepat dan budaya akademik yang kuat. Menurutnya, publikasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi yang sehat antara mahasiswa dan dosen pembimbing dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi. Lebih jauh, Henny menegaskan bahwa penelitian ini memiliki implikasi langsung bagi praktik keperawatan. Dengan adanya instrumen yang telah tervalidasi, perawat dapat lebih mudah mengidentifikasi pola koping perempuan terhadap perubahan pramenstruasi dan merancang intervensi keperawatan yang lebih tepat sasaran. Ia berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan, baik dalam konteks pendidikan keperawatan maupun pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Bagi FIKES UMM, capaian ini menjadi penanda penting bahwa iklim akademik yang dibangun mampu mendorong mahasiswa untuk menghasilkan riset yang unggul dan diakui secara internasional. Publikasi skripsi di jurnal Q2 bukan hanya prestasi individu, tetapi juga refleksi dari kualitas pembelajaran, pembimbingan, dan budaya riset di lingkungan fakultas. Keberhasilan Rintan Rikawati diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa keperawatan lainnya untuk tidak ragu menargetkan jurnal bereputasi sebagai luaran penelitian, sekaligus memperkuat kontribusi keperawatan Indonesia dalam kancah ilmiah global.