Mahasiswa Keperawatan UMM Buktikan Kompetensi Klinis Lewat Juara NSC UNIMUS

Mahasiswa Keperawatan UMM

Ajang Nursing Skill Competition (NSC) yang diselenggarakan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi panggung pembuktian kompetensi mahasiswa keperawatan dari berbagai perguruan tinggi. Di antara para peserta terbaik, mahasiswa Keperawatan FIKES Universitas Muhammadiyah Malang tampil gemilang dan berhasil meraih Juara 1. Tim yang terdiri dari Fatimah Azzahra, Yasmin Amelia Ramadhani, dan Dwi Ayu Wijayanti mengusung karya berbasis kasus kegawatan kardiovaskular, yakni penanganan cardiac arrest pada pasien post-CABG dengan pendekatan ACLS terintegrasi. Kompetisi ini menilai kemampuan peserta dalam berpikir klinis, akurasi tindakan, penerapan standar keperawatan, serta ketepatan simulasi keterampilan. Tim SIMPATI dinilai unggul karena mampu menunjukkan alur asuhan keperawatan yang runtut, berbasis bukti ilmiah, dan sesuai standar nasional. Fatimah Azzahra menyampaikan bahwa proses penyusunan karya menuntut ketelitian tinggi. “Kami menganalisis kasus secara mendalam, mulai dari patofisiologi hingga intervensi prioritas. Semua disusun agar mencerminkan praktik keperawatan profesional,” katanya. Yasmin Amelia Ramadhani menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga. “Kompetisi ini melatih kami untuk berpikir cepat, tepat, dan tetap sistematis dalam situasi kritis,” ujarnya. Sementara itu, Dwi Ayu Wijayanti menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan klinis. “Dalam kondisi cardiac arrest, setiap detik sangat berarti. Simulasi ini mengajarkan kami tanggung jawab besar seorang perawat,” ungkapnya. Kaprodi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi pembelajaran, pembimbingan, dan komitmen mahasiswa. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Keperawatan UMM siap menjadi perawat yang kompeten, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa FIKES UMM akan terus mendorong mahasiswa untuk berprestasi sekaligus menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi pengembangan praktik keperawatan.

Unggul di Kompetisi Nasional, Mahasiswa Keperawatan UMM Tawarkan Model Simulasi Penanganan Cardiac Arrest Post-CABG

Mahasiswa Keperawatan juara 1 Essay nasional

Keberhasilan mahasiswa Keperawatan FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih Juara 1 Nursing Skill Competition 2025 di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bukan sekadar prestasi lomba, tetapi juga kontribusi akademik yang relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan modern. Melalui karya bertajuk Strategi SIMPATI, Fatimah Azzahra, Yasmin Amelia Ramadhani, dan Dwi Ayu Wijayanti mengangkat isu krusial penanganan cardiac arrest pada pasien hari kedua post-Coronary Artery Bypass Graft (CABG), sebuah kondisi dengan risiko mortalitas tinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Dalam karya tersebut, tim menyajikan simulasi asuhan keperawatan komprehensif mulai dari pengkajian ICU, analisis data klinis, penetapan diagnosis keperawatan prioritas, hingga implementasi Advanced Cardiac Life Support (ACLS) secara terintegrasi. Seluruh proses disusun berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, sehingga memiliki relevansi langsung dengan praktik klinik di rumah sakit. Menurut Fatimah Azzahra, pendekatan simulasi ini dirancang agar mudah diaplikasikan dalam pembelajaran dan praktik klinik. “Kami ingin simulasi ini menjadi model pembelajaran yang realistis, sistematis, dan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam kondisi henti jantung,” jelasnya. Yasmin Amelia Ramadhani menuturkan bahwa keunggulan karya mereka terletak pada fokus fase kritis pasien. “Banyak komplikasi fatal terjadi pada hari kedua post-CABG. Di sinilah perawat memegang peran sentral dalam pemantauan, deteksi dini, dan tindakan penyelamatan,” ungkapnya. Sementara itu, Dwi Ayu Wijayanti menambahkan bahwa simulasi ini juga menekankan aspek kolaborasi dan komunikasi tim. “Penanganan cardiac arrest tidak bisa dilakukan sendiri. Simulasi ini melatih koordinasi, kepemimpinan, dan ketepatan keputusan klinis,” ujarnya. Kaprodi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menilai karya mahasiswa ini mencerminkan capaian pembelajaran yang utuh. “Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengaplikasikan ke dalam konteks klinis yang kompleks dan berisiko tinggi. Ini adalah kompetensi inti perawat profesional,” tegasnya. Ia berharap model simulasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran di laboratorium keperawatan dan menjadi referensi bagi institusi pendidikan keperawatan lainnya.

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Raih Juara 1 Nursing Skill Competition Nasional di UNIMUS

Mahasiswa Keperawatan UMM

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Tim mahasiswa keperawatan UMM berhasil meraih Juara 1 Nursing Skill Competition (NSC) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Tim yang tergabung dalam Tim SIMPATI ini terdiri dari Fatimah Azzahra, Yasmin Amelia Ramadhani, dan Dwi Ayu Wijayanti. Mereka tampil unggul melalui karya ilmiah dan simulasi keterampilan keperawatan berjudul “Strategi SIMPATI: Simulasi Penanganan Cardiac Arrest Terintegrasi Advanced Cardiac Life Support (ACLS) pada Pasien Post-Coronary Artery Bypass Graft (CABG)”. Kompetisi ini menuntut peserta tidak hanya menguasai keterampilan klinik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, penerapan standar keperawatan nasional, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan klinis pada kasus kegawatan. Tim SIMPATI dinilai unggul karena mampu memadukan evidence-based nursing, ketepatan algoritma ACLS, serta pendekatan sistematis berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI. Fatimah Azzahra, mewakili tim, menjelaskan bahwa kasus yang diangkat merupakan kondisi kritis yang sering terjadi di ruang perawatan intensif. “Pasien post-CABG berada pada fase rawan, terutama 48 jam pertama. Kami merancang simulasi yang menekankan deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi tim keperawatan dalam menangani cardiac arrest secara komprehensif,” ujarnya. Yasmin Amelia Ramadhani menambahkan bahwa kekuatan utama karya mereka terletak pada integrasi teori dan praktik. “Kami tidak hanya menyajikan tindakan RJP, tetapi juga alur pengkajian, analisis data, penegakan diagnosis, hingga evaluasi pasca-ROSC sesuai standar keperawatan nasional,” jelasnya. Sementara itu, Dwi Ayu Wijayanti menekankan pentingnya peran perawat dalam situasi kegawatan jantung. “Melalui simulasi ini, kami ingin menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan intervensi perawat sangat menentukan keselamatan pasien,” katanya. Kaprodi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa. “Prestasi ini mencerminkan kualitas pembelajaran keperawatan di FIKES UMM yang menekankan kompetensi klinik, berpikir kritis, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan pelayanan kesehatan nyata,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa UMM bersaing di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam bidang keperawatan medikal bedah dan kegawatdaruratan.