Lulusan S1 Keperawatan UMM Publikasikan Skripsi di Jurnal SINTA dan Scopus, Bukti Budaya Riset Kian Kuat

Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik berbasis riset. Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas lulusan berhasil mempublikasikan hasil skripsinya pada jurnal bereputasi nasional hingga internasional. Dari total 34 publikasi lulusan, distribusi kualitas jurnal menunjukkan capaian yang menggembirakan: SINTA 3: 27 artikel (79,4%) SINTA 2: 3 artikel (8,8%) SINTA 4: 1 artikel (2,9%) SINTA 6: 1 artikel (2,9%) Jurnal internasional Q2: 1 artikel (2,9%) Jurnal internasional Q4: 1 artikel (2,9%) Jika digabung, publikasi pada jurnal internasional bereputasi mencapai 5,9 persen, sementara sisanya tersebar pada jurnal nasional terindeks SINTA dengan dominasi kuat di peringkat SINTA 3. Kaprodi S1 Keperawatan, Nur Aini, PhD, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan indikator keberhasilan strategi pembinaan riset mahasiswa sejak tahap awal penyusunan proposal. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk menulis skripsi dengan format artikel ilmiah sehingga proses publikasi dapat dilakukan lebih cepat setelah ujian. “Publikasi bukan lagi output tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari proses akademik. Kami menanamkan mindset bahwa penelitian mahasiswa harus memberikan kontribusi nyata dan layak dipublikasikan,” ujarnya. Menurutnya, dominasi SINTA 3 menunjukkan konsistensi kualitas metodologi dan relevansi topik penelitian mahasiswa dengan isu keperawatan terkini, seperti penyakit tidak menular, keperawatan komunitas, hingga inovasi edukasi kesehatan. Sementara itu, Sekretaris Prodi Keperawatan, Muhammad Ari Arifianto, menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara sistematis melalui klinik penulisan artikel, workshop publikasi, serta kolaborasi dosen-mahasiswa. Pendekatan ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk menembus jurnal bereputasi. Ia juga menyoroti capaian publikasi internasional sebagai sinyal bahwa lulusan S1 memiliki potensi bersaing di level global. “Meskipun jumlahnya masih kecil, ini menjadi milestone penting. Target ke depan adalah meningkatkan proporsi publikasi internasional tanpa mengorbankan kualitas metodologi,” jelasnya. Budaya publikasi ini dinilai berdampak langsung pada kompetensi lulusan, terutama dalam kemampuan berpikir kritis, evidence-based practice, serta kesiapan melanjutkan studi ke jenjang profesi maupun pascasarjana. Dengan capaian hampir 80 persen publikasi di SINTA 3, Prodi S1 Keperawatan UMM memperkuat posisinya sebagai program studi yang tidak hanya menghasilkan lulusan klinis, tetapi juga peneliti muda yang produktif. Ke depan, prodi menargetkan peningkatan publikasi pada SINTA 2 dan jurnal internasional bereputasi sebagai bagian dari roadmap penguatan akademik dan kontribusi keilmuan keperawatan di tingkat nasional maupun global.