S1 Keperawatan UMM Gelar Rapat Akademik: Perkuat Atmosfer Global Lewat Kelas Perawat Internasional Berbahasa Inggris
Malang – Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat akademik yang digelar hari ini dengan agenda utama pembentukan International Nursing Class atau kelas perawat internasional. Rapat akademik yang dihadiri oleh seluruh dosen dan pengelola program studi ini secara khusus membahas strategi penguatan atmosfer internasional di lingkungan pembelajaran. Salah satu kebijakan utama yang disepakati adalah penerapan penggunaan bahasa Inggris secara penuh dalam proses pembelajaran, mulai dari metode pengajaran, diskusi kelas, penugasan, hingga sistem evaluasi dan ujian. Ketua Program Studi S1 Keperawatan UMM, Nur Aini, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari roadmap internasionalisasi program studi yang telah dirancang secara bertahap. “Kelas internasional ini bukan sekadar mengganti bahasa pengantar menjadi bahasa Inggris, tetapi membangun ekosistem akademik yang benar-benar global. Mahasiswa akan dilatih berpikir kritis, berdiskusi ilmiah, serta mempresentasikan praktik keperawatan berbasis evidence dalam bahasa Inggris,” jelasnya. Menurutnya, kebijakan tersebut juga selaras dengan tuntutan profesi keperawatan yang semakin terbuka secara internasional. Lulusan perawat dituntut mampu beradaptasi dengan standar praktik global, literatur internasional, serta peluang kerja lintas negara. Ia menambahkan bahwa implementasi kelas internasional akan diikuti dengan penyesuaian kurikulum, penguatan student centered learning, penggunaan referensi jurnal internasional, serta peningkatan kompetensi dosen dalam pengajaran berbahasa Inggris. “Tidak hanya mahasiswa yang harus siap, dosen juga dipersiapkan melalui pelatihan academic English, team teaching dengan mitra luar negeri, serta pengembangan metode evaluasi berbasis standar internasional,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan UMM, Muhammad Ari Arifianto, menjelaskan bahwa sistem evaluasi dalam kelas internasional akan dirancang berbeda dengan kelas reguler. “Metode ujian akan mengarah pada case-based assessment, objective structured clinical examination (OSCE) berbahasa Inggris, serta scientific presentation. Hal ini bertujuan untuk mengukur tidak hanya pengetahuan, tetapi juga kemampuan komunikasi klinis dalam konteks global,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa pembentukan kelas internasional akan menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaborasi, seperti student exchange, visiting lecturer, dan peluang praktik klinik internasional. Rapat akademik tersebut juga membahas kesiapan sarana pendukung, termasuk penyediaan modul pembelajaran berbahasa Inggris, penguatan laboratorium keperawatan dengan skenario klinik internasional, serta pengembangan lingkungan akademik yang mendorong penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan lulusan perawat UMM yang tidak hanya unggul secara kompetensi klinis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global, literasi ilmiah internasional, serta kesiapan berkarier di berbagai negara. Dengan pembentukan kelas perawat internasional, S1 Keperawatan UMM menegaskan posisinya sebagai program studi yang adaptif terhadap dinamika global sekaligus berkomitmen menghasilkan perawat profesional berstandar internasional. tolong revisi, tambahkan juga dibrita tersebut bahwa itu mengacu pada mile stone UMM bahwa di tahun 2026 ini mencapai tonggak internasional rekognisi serta slogan untuk s1 keperawatan berdampak. Rapat Akademik S1 Keperawatan UMM: Kelas Perawat Internasional Jadi Strategi Capai Rekognisi Global 2026 Malang – Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya menuju internasionalisasi melalui rapat akademik yang digelar hari ini. Agenda utama rapat tersebut adalah pembentukan International Nursing Class sebagai langkah konkret mendukung tonggak capaian UMM tahun 2026, yakni meraih rekognisi internasional. Rapat yang dihadiri oleh seluruh dosen dan pengelola program studi ini membahas secara komprehensif kesiapan akademik, kurikulum, hingga sistem evaluasi pembelajaran yang sepenuhnya akan menggunakan bahasa Inggris. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan atmosfer global di lingkungan pendidikan keperawatan. Ketua Program Studi S1 Keperawatan UMM, Nur Aini, menjelaskan bahwa pembentukan kelas internasional tidak hanya berorientasi pada penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tetapi juga pada transformasi budaya akademik. “Kami mengacu pada milestone UMM tahun 2026 yang menargetkan rekognisi internasional. Kelas perawat internasional ini menjadi instrumen strategis untuk mencapai target tersebut, sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu berkompetisi di level global,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh proses pembelajaran dalam kelas ini akan menggunakan pendekatan student centered learning, diskusi berbasis evidence, serta pemanfaatan jurnal internasional sebagai rujukan utama. Metode penilaian juga dirancang mengikuti standar global agar mahasiswa terbiasa dengan sistem evaluasi internasional. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat “S1 Keperawatan Berdampak”, yakni menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Berdampak bagi kami berarti lulusan mampu membawa praktik keperawatan berbasis bukti ke masyarakat, sekaligus menjadi duta profesional yang mengharumkan institusi di kancah global,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan UMM, Muhammad Ari Arifianto, menyoroti aspek teknis implementasi kelas internasional. Ia menjelaskan bahwa metode ujian akan menggunakan case-based assessment, Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbahasa Inggris, serta presentasi ilmiah. “Mahasiswa tidak hanya diuji pengetahuannya, tetapi juga kemampuan komunikasi klinik dalam bahasa Inggris, clinical reasoning, dan critical thinking. Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi praktik keperawatan di lingkungan global,” jelasnya. Selain itu, rapat akademik juga membahas penguatan sarana pendukung, seperti penyediaan modul berbahasa Inggris, pengembangan skenario laboratorium dengan konteks internasional, serta peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan academic English dan collaborative teaching dengan mitra luar negeri. Program kelas internasional ini juga akan membuka peluang bagi berbagai bentuk kerja sama global, termasuk student exchange, visiting lecturer, dan praktik klinik internasional. Dengan demikian, mahasiswa memiliki pengalaman lintas budaya yang memperkaya kompetensi profesional mereka. Melalui langkah strategis ini, S1 Keperawatan UMM optimistis mampu berkontribusi dalam mewujudkan target rekognisi internasional UMM pada tahun 2026. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pendidikan keperawatan yang berdampak, adaptif terhadap dinamika global, dan berorientasi pada mutu serta profesionalisme.