Baksos Berdaya Guna: Lansia Merjosari Dapat Sembako, Skrining Kesehatan, dan Edukasi Penyakit Tidak Menular Sekaligus

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Rumah Dakwah An Nawawi, Merjosari, saat puluhan lansia dan warga dhuafa mengikuti kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh PRA Merjosari 2 bersama tim dosen Keperawatan UMM pada Minggu, 22 Februari 2026. Tahun ini, bakti sosial tahunan tersebut tampil berbeda karena dilengkapi layanan deteksi dini penyakit tidak menular serta edukasi kesehatan. Sebanyak 66 penerima bantuan sosial tidak hanya memperoleh paket sembako, tetapi juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Ditambah 22 anggota PRA Merjosari 2 yang turut mengikuti skrining, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Para peserta tampak antusias saat mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pengukuran IMT, dan lingkar perut. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengetahui kondisi kesehatannya secara lengkap. Setelah pemeriksaan, peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai hasil yang diperoleh serta saran sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi penyuluhan, Anis menyampaikan materi tentang pencegahan diabetes, hipertensi, dan stroke dengan bahasa yang mudah dipahami. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan terkait pola makan, aktivitas fisik, hingga cara mengontrol tekanan darah di rumah. Ketua PRA Merjosari 2 menyampaikan rasa syukur karena kegiatan bakti sosial tahun ini memberikan manfaat yang lebih luas. “Biasanya kami hanya membagikan sembako. Alhamdulillah sekarang warga juga mendapat pemeriksaan kesehatan dan edukasi langsung dari tenaga profesional,” ujarnya. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdi menyerahkan berbagai peralatan kesehatan kepada PRA Merjosari 2. Inventaris tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan kesehatan rutin di Rumah Dakwah, sehingga masyarakat dapat melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sadar kesehatan di lingkungan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan organisasi perempuan, gerakan promotif dan preventif di tingkat komunitas diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.