Prodi Ners UMM Perkuat Mental Mahasiswa Melalui FGD, Ners 33 Dipersiapkan Hadapi Tantangan Praktik Klinik

FGD Ners 33 UMM

Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus berupaya mempersiapkan mahasiswanya agar siap menghadapi dunia praktik klinik yang penuh tantangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang ditujukan khusus bagi mahasiswa Ners angkatan 33 sebagai bekal sebelum mereka menjalani praktik di rumah sakit. Kegiatan FGD ini dirancang sebagai forum diskusi yang komprehensif untuk menggali berbagai aspek kesiapan mahasiswa, terutama kesiapan mental dan psikologis sebelum terjun langsung ke lingkungan pelayanan kesehatan. Dalam praktik profesi, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga harus memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai kondisi pasien, tekanan kerja, serta dinamika tim kesehatan di rumah sakit. Ketua Program Studi Profesi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa sebelum memasuki tahap praktik profesi. Menurutnya, kesiapan mental merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menjalani praktik klinik. Ia menyampaikan bahwa banyak mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang baik, namun ketika memasuki lingkungan rumah sakit mereka akan dihadapkan pada realitas klinik yang menuntut ketenangan, empati, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Oleh karena itu, forum diskusi seperti FGD menjadi sarana yang efektif untuk memahami kondisi mahasiswa secara lebih mendalam. “Melalui FGD ini kami mencoba menggali berbagai pengalaman, kekhawatiran, maupun harapan mahasiswa sebelum menjalani praktik di rumah sakit. Dari situ kami dapat memberikan penguatan serta strategi menghadapi situasi klinik yang mungkin mereka temui,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kesiapan mereka, baik yang berkaitan dengan rasa percaya diri, kecemasan menghadapi pasien, maupun adaptasi dengan lingkungan kerja rumah sakit. Diskusi berlangsung interaktif, di mana mahasiswa dapat berbagi pengalaman dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Selain menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa, FGD ini juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi kendala psikologis yang mungkin dialami mahasiswa. Dengan demikian, pihak program studi dapat segera memberikan penguatan, pendampingan, maupun strategi pembelajaran yang lebih tepat. Menurut Anis, mahasiswa profesi ners akan menghadapi berbagai situasi klinik yang kompleks, mulai dari pasien dengan kondisi kritis, komunikasi dengan keluarga pasien, hingga bekerja dalam tim interprofesional. Oleh karena itu, kesiapan mental harus dibangun sejak awal agar mahasiswa mampu menjalani proses pembelajaran klinik dengan optimal. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Prodi Ners FIKES UMM dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan emosional dan profesionalisme tinggi sebagai calon perawat profesional. Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini pun menyambut positif forum diskusi tersebut. Mereka merasa memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan berbagai kekhawatiran sekaligus mendapatkan motivasi serta penguatan dari dosen dan teman sejawat. Dengan adanya kegiatan FGD ini, diharapkan mahasiswa Ners 33 dapat menjalani praktik profesi dengan lebih percaya diri, memiliki kesiapan mental yang matang, serta mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas di rumah sakit. Melalui pembinaan yang komprehensif ini, FIKES UMM terus berkomitmen mencetak perawat profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.