Transformasi Pembimbingan Skripsi: Keperawatan UMM Luncurkan Sistem Manajemen Tugas Akhir

Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik melalui penyelenggaraan rapat monitoring dan evaluasi (Monev) pembimbing skripsi. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat keperawatan Kampus 2 UMM, dengan melibatkan seluruh dosen pembimbing sebagai bagian dari upaya sistematis untuk memastikan kualitas proses penyusunan tugas akhir mahasiswa tetap terjaga dan terus berkembang. Rapat Monev ini tidak sekadar menjadi forum evaluasi rutin, tetapi juga menjadi ruang refleksi kritis terhadap dinamika pembimbingan skripsi yang selama ini berjalan. Berbagai isu strategis diangkat, mulai dari efektivitas komunikasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa, kendala dalam proses bimbingan, hingga tantangan menjaga konsistensi kualitas penelitian mahasiswa di tengah beragam latar belakang dan kemampuan. Sebagai narasumber utama, Muhammad Ari Arifianto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J, selaku Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan UMM, memberikan pemaparan komprehensif terkait pentingnya standarisasi dalam proses pembimbingan skripsi. Ia menekankan bahwa pembimbing memiliki peran krusial dalam membentuk kualitas lulusan, khususnya dalam aspek berpikir kritis, metodologi penelitian, dan integritas akademik. “Pembimbing skripsi bukan hanya mengarahkan teknis penulisan, tetapi juga membangun cara berpikir ilmiah mahasiswa. Oleh karena itu, perlu ada kesamaan persepsi dan standar dalam proses pembimbingan agar kualitas tugas akhir tetap terjaga,” jelasnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan dalam proses bimbingan serta dokumentasi yang terstruktur untuk memudahkan monitoring perkembangan mahasiswa. Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan sistem informasi baru berbasis digital, yaitu Sistem Aplikasi Manajemen Tugas Akhir (SAMANTA). Sistem ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengintegrasikan seluruh proses tugas akhir, mulai dari pengajuan judul, penentuan dosen pembimbing, proses bimbingan, hingga monitoring progres mahasiswa secara real-time. Melalui implementasi SAMANTA, diharapkan proses administrasi dan akademik terkait tugas akhir menjadi lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Dosen pembimbing dapat dengan mudah melacak perkembangan mahasiswa, sementara mahasiswa juga memperoleh kepastian alur dan jadwal yang lebih terstruktur. Sistem ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan digitalisasi pendidikan tinggi. Diskusi yang berlangsung dalam forum ini juga menunjukkan antusiasme tinggi dari para dosen. Berbagai masukan konstruktif disampaikan, terutama terkait optimalisasi penggunaan sistem baru agar benar-benar mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya semangat kolaboratif dalam menciptakan ekosistem pembimbingan skripsi yang lebih adaptif dan berkualitas. Dengan terselenggaranya Monev pembimbing skripsi ini serta diperkenalkannya SAMANTA, Program Studi S1 Keperawatan UMM semakin mempertegas langkahnya dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang berkualitas dan terukur. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan keperawatan yang unggul, kompeten, serta siap berkontribusi dalam dunia profesional maupun akademik.