Warga Toyomarto Apresiasi Edukasi Refusal Skill UMM, Remaja Dinilai Lebih Berani Menolak Ajakan Negatif
Malang – Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA tidak cukup hanya dengan memberikan informasi mengenai bahaya narkoba. Hal tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, setelah puluhan remaja mengikuti program edukasi Refusal Skill yang diselenggarakan tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang merupakan bagian dari program SAFE-Teens tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menilai pendekatan yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini, terutama tekanan dari lingkungan pergaulan yang sering kali menjadi pintu masuk perilaku berisiko. Salah satu tokoh masyarakat Toyomarto, Bapak Irgi selaku pendamping remaja desa, menjelaskan bahwa selama ini banyak remaja telah mengetahui bahaya narkoba, namun belum tentu memiliki kemampuan untuk menolak ketika mendapat ajakan dari teman sebaya. “Yang dibutuhkan anak-anak sekarang bukan hanya mengetahui bahwa NAPZA itu berbahaya, tetapi bagaimana cara mengatakan tidak tanpa merasa dikucilkan oleh teman-temannya. Materi yang diberikan UMM sangat aplikatif karena langsung melatih keterampilan tersebut,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai jenis, dampak, serta tanda-tanda penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga diajak melakukan simulasi situasi sehari-hari yang memungkinkan mereka berhadapan dengan ajakan negatif. Pendekatan keterampilan hidup (life skills) seperti ini dinilai efektif dalam mencegah penyalahgunaan zat adiktif pada remaja. Warga berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kelompok remaja di desa. Menurut mereka, perkembangan teknologi dan media sosial membuat tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks sehingga pendampingan tidak dapat dilakukan secara instan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Desa Toyomarto optimistis dapat membangun lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi tumbuh kembang generasi muda. Program SAFE-Teens menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat ketahanan remaja dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosialnya.