Kaprodi S1 Keperawatan UMM: Refusal Skill Jadi Bekal Penting Remaja Hadapi Tekanan Pergaulan

Malang – Program edukasi Refusal Skill yang dilaksanakan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Toyomarto menjadi bagian dari komitmen Program Studi S1 Keperawatan UMM dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan remaja di masyarakat. Ketua Program Studi S1 Keperawatan UMM, Nur Aini, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan NAPZA harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja. Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, mereka tidak hanya membutuhkan informasi mengenai bahaya NAPZA, tetapi juga keterampilan sosial untuk menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar. “Refusal Skill merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki remaja. Dengan keterampilan ini, mereka dapat mengambil keputusan secara mandiri dan mampu menolak berbagai ajakan yang berpotensi merugikan kesehatan maupun masa depan mereka,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan kesehatan jiwa berbasis komunitas menjadi salah satu fokus pengembangan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Keperawatan UMM. Pendekatan ini bertujuan membangun ketahanan mental remaja sekaligus meningkatkan kemampuan mereka menghadapi berbagai risiko sosial. Program SAFE-Teens yang dilaksanakan di Desa Toyomarto menghadirkan edukasi mengenai bahaya NAPZA, faktor risiko penyalahgunaan, serta latihan keterampilan menolak ajakan negatif melalui simulasi dan diskusi kelompok. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 remaja dan mendapat dukungan dari pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat. Nur Aini berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Malang sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan produktif. “Keperawatan tidak hanya hadir ketika seseorang sakit, tetapi juga berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif. Melalui edukasi seperti ini, kami ingin membangun generasi yang mampu menjaga dirinya sendiri dari berbagai perilaku berisiko,” pungkasnya. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat, UMM optimistis upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan demi menyongsong generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.