Ikatan Alumni Ners UMM Resmi Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2030, Perkuat Jejaring Profesional dan Kontribusi bagi Bangsa
Malang, 6 Juni 2026 – Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menorehkan langkah strategis melalui pembentukan Pengurus Ikatan Alumni Ners UMM masa bakti 2026–2030. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu sore (6/6/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara alumni, program studi, serta berbagai institusi pelayanan kesehatan yang menjadi ruang pengabdian para lulusan Ners UMM. Pembentukan kepengurusan baru ini dihadiri oleh alumni dari berbagai angkatan yang saat ini berkiprah sebagai praktisi klinik, akademisi, peneliti, manajer pelayanan kesehatan, hingga pemimpin di berbagai institusi kesehatan nasional maupun internasional. Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi mewarnai jalannya musyawarah yang menghasilkan susunan pengurus baru untuk periode empat tahun mendatang. Dalam forum tersebut, terpilih Ns. Zulfikar Muhammad, S.Kep., M.Kep., Ph.DN sebagai Ketua Ikatan Alumni Ners UMM periode 2026–2030. Ia akan didampingi oleh Ns. Yadi Tro Aditya, S.Kep. sebagai Wakil Ketua, M. Dodik Prasetyo, S.Kep., Ns., M.Biomed. sebagai Sekretaris, dan Rif’atul Fani, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai Bendahara. Terpilihnya kepengurusan baru ini disambut antusias oleh seluruh alumni yang hadir. Mereka berharap organisasi alumni dapat menjadi wadah yang semakin aktif dalam menghubungkan para lulusan Ners UMM di berbagai daerah serta menjadi mitra strategis bagi pengembangan Program Studi Profesi Ners UMM. Ketua Ikatan Alumni Ners UMM terpilih, Ns. Zulfikar Muhammad, S.Kep., M.Kep., Ph.DN, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Menurutnya, organisasi alumni memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ikatan emosional sekaligus meningkatkan kontribusi nyata alumni terhadap pengembangan profesi keperawatan. “Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama. Ikatan Alumni Ners UMM tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para lulusan, tetapi juga harus mampu menjadi ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin menghadirkan organisasi alumni yang aktif, inklusif, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota serta almamater,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa dalam periode kepengurusan mendatang, pihaknya akan fokus membangun database alumni yang lebih terintegrasi, memperkuat komunikasi antaralumni lintas angkatan, meningkatkan program pengembangan profesional berkelanjutan, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan. “Kami memiliki alumni yang tersebar di berbagai rumah sakit, puskesmas, institusi pendidikan, lembaga penelitian, hingga luar negeri. Potensi besar ini harus disinergikan menjadi kekuatan bersama yang dapat mendukung pengembangan keilmuan, karier, dan kontribusi sosial profesi perawat,” tambahnya. Lebih lanjut, Zulfikar menegaskan bahwa organisasi alumni juga diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui berbagai program yang akan dirancang, alumni dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas lulusan, penyediaan peluang kerja, kegiatan mentoring, hingga kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Kepala Program Studi Profesi Ners FIKES UMM, Ns. Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Ikatan Alumni Ners UMM. Menurutnya, keberadaan organisasi alumni yang kuat merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah program studi. “Alumni merupakan aset yang sangat berharga bagi Program Studi Profesi Ners UMM. Keberhasilan alumni di berbagai bidang menjadi cerminan kualitas pendidikan yang telah dibangun selama ini. Oleh karena itu, kami menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru yang diharapkan mampu mempererat hubungan antara alumni dan program studi,” ujarnya. Anis menjelaskan bahwa Prodi Ners UMM selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan yang terus berkembang. Dalam upaya tersebut, keterlibatan alumni menjadi salah satu faktor penting untuk memberikan masukan dan perspektif dari dunia praktik. “Sinergi antara program studi dan alumni sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. Kami berharap kepengurusan baru dapat menjadi mitra strategis dalam berbagai kegiatan akademik, pengembangan kompetensi, hingga penguatan jejaring nasional dan internasional,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa alumni Ners UMM telah menunjukkan kiprah yang membanggakan di berbagai sektor pelayanan kesehatan. Banyak lulusan yang saat ini menempati posisi strategis sebagai kepala ruangan, manajer pelayanan kesehatan, dosen, peneliti, hingga melanjutkan studi ke jenjang doktoral baik di dalam maupun luar negeri. Pembentukan kepengurusan baru ini sekaligus menjadi titik awal lahirnya berbagai program inovatif yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan alumni di era transformasi kesehatan. Selain menjadi wadah silaturahmi, organisasi alumni diharapkan mampu berperan sebagai pusat pertukaran informasi, pengembangan kompetensi profesional, serta penguatan identitas lulusan Ners UMM di tingkat nasional maupun global. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi profesi keperawatan, Ikatan Alumni Ners UMM masa bakti 2026–2030 optimistis dapat menjadi organisasi yang semakin kuat, adaptif, dan berdampak. Kehadiran para alumni yang sukses di berbagai bidang diharapkan tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan lulusan baru dalam mengembangkan karier serta memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Susunan Pengurus Ikatan Alumni Ners UMM Masa Bakti 2026–2030 Ketua: Ns. Zulfikar Muhammad, S.Kep., M.Kep., Ph.DN Wakil Ketua: Ns. Yadi Tro Aditya, S.Kep. Sekretaris: M. Dodik Prasetyo, S.Kep., Ns., M.Biomed. Bendahara: Rif’atul Fani, S.Kep., Ns., M.Kep. Melalui kepengurusan baru ini, Ikatan Alumni Ners UMM diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi seluruh alumni untuk terus tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan profesi keperawatan, almamater, serta pembangunan kesehatan Indonesia.
Dari Rumah Sakit hingga Rumah: Mahasiswa Keperawatan UMM Belajar Pentingnya Peran Keluarga dalam Pemulihan Pasien Stroke melalui Lecture Exchange USM Malaysia
Malang – Pemulihan pasien stroke tidak berhenti ketika pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Justru, sebagian besar proses rehabilitasi berlangsung di rumah bersama keluarga. Pesan penting inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan Lecture Exchange antara Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Program Keperawatan Universiti Sains Malaysia (USM). Dalam kuliah internasional yang disampaikan oleh Norliza Hussin, mahasiswa Keperawatan UMM diajak memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi pasien stroke sangat dipengaruhi oleh kualitas pendampingan keluarga dan kesiapan caregiver dalam memberikan perawatan di rumah. Menurut Norliza, masa rawat inap pasien stroke di rumah sakit umumnya relatif singkat. Namun proses pemulihan yang sesungguhnya berlangsung dalam jangka panjang di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, edukasi kepada caregiver menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan keperawatan stroke. Dalam sesi pembelajaran tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai aspek penting perawatan pasien stroke di rumah, mulai dari dukungan psikologis, kebutuhan fisik, pencegahan komplikasi, hingga strategi meningkatkan kualitas hidup pasien. Materi ini memberikan gambaran nyata bahwa peran perawat tidak hanya berfokus pada tindakan klinis di rumah sakit, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga sebagai mitra utama dalam proses pemulihan pasien. Norliza menjelaskan bahwa banyak pasien stroke mengalami perubahan psikologis yang signifikan setelah serangan stroke. Kehilangan kemampuan bergerak, ketergantungan pada orang lain, kehilangan pekerjaan, hingga perasaan tidak berguna sering kali memicu depresi dan tekanan emosional. Dalam kondisi tersebut, kehadiran keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi. Selain aspek psikologis, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai persiapan lingkungan rumah yang aman bagi pasien stroke. Penyesuaian tempat tidur, penggunaan kursi roda, pengaturan kebutuhan eliminasi, pemilihan pakaian yang sesuai, hingga pengelolaan nutrisi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan rehabilitasi yang mendukung pemulihan pasien. Lebih lanjut, pemateri menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam memastikan pasien menjalani fisioterapi secara rutin, mengikuti jadwal kontrol kesehatan, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Keluarga bukan hanya pendamping, tetapi juga menjadi motivator utama yang membantu pasien mempertahankan semangat untuk pulih. Mahasiswa juga diajak memahami berbagai komplikasi yang dapat muncul apabila pasien tidak mendapatkan perawatan yang optimal di rumah. Risiko luka tekan, trombosis vena dalam, kekakuan otot, kejang, gangguan mobilitas, hingga pneumonia akibat tirah baring berkepanjangan menjadi beberapa kondisi yang harus dicegah melalui intervensi keperawatan dan edukasi keluarga yang tepat. Pembelajaran semakin menarik ketika mahasiswa mempelajari teknik pencegahan luka tekan melalui perubahan posisi secara berkala, penggunaan kasur khusus, pengurangan gesekan kulit, serta pentingnya menjaga kebersihan pasien. Materi tersebut memberikan gambaran praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan keperawatan komunitas dan keluarga. Ketua Program Studi Keperawatan UMM, Nur Aini, menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan lecture exchange ini sangat relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan saat ini. “Sebagian besar pasien stroke akan kembali ke lingkungan keluarga setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Karena itu mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada kemampuan perawat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan keluarga. Materi yang disampaikan oleh mitra kami dari USM memberikan perspektif yang sangat berharga bagi mahasiswa,” ungkapnya. Nur Aini juga menambahkan bahwa kolaborasi internasional seperti ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Keperawatan UMM dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan kesehatan global, memiliki kompetensi klinis yang kuat, serta mampu bekerja dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan multikultural. Melalui kegiatan lecture exchange ini, mahasiswa Keperawatan UMM tidak hanya memperoleh pengetahuan terbaru mengenai manajemen pasien stroke, tetapi juga belajar memahami pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan pasien, keluarga, dan komunitas. Pengalaman belajar lintas negara tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas wawasan mereka sebagai calon perawat profesional yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.