Selasa, 27 Mei 2025 menjadi hari yang istimewa bagi 19 peserta Program Jerman dari Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bertempat di laboratorium keperawatan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk melakukan praktik pemberian intervensi keperawatan secara langsung bersama dua native speaker dari Jerman, yaitu Zarawanda Faradisa El Dzikri dan Jann Meinhard Schröder.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sesi pemantapan kemampuan bahasa Jerman level B2 yang menjadi syarat penting dalam penempatan perawat profesional di Jerman. Dalam sesi ini, para mahasiswa tidak hanya diuji kemampuan bahasa, tetapi juga diasah keterampilan praktik klinis keperawatan dalam skenario layanan kesehatan nyata, sebagaimana kondisi yang akan mereka hadapi saat bekerja di fasilitas kesehatan di Jerman.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya fasih secara bahasa, tetapi juga percaya diri dan kompeten saat menghadapi pasien dan tenaga kesehatan di Jerman nantinya,” ujar Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Ners FIKES UMM. Ia menambahkan bahwa menghadirkan native speaker ke dalam sesi praktik intervensi menjadi strategi penting untuk mengasah sensitivitas komunikasi lintas budaya dan konteks keperawatan internasional.
Program kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara UMM dengan Michels Kliniken, Jerman—sebuah jaringan layanan kesehatan ternama di Eropa. Melalui program ini, alumni Ners UMM yang telah memenuhi persyaratan baik akademik, bahasa, maupun kompetensi profesional, dapat ditempatkan langsung untuk bekerja sebagai perawat profesional di berbagai rumah sakit mitra di Jerman.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian dan kesinambungan program ini. “Program diaspora perawat ini bukan hanya wujud komitmen FIKES UMM dalam mencetak lulusan berdaya saing global, tapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian UMM kepada bangsa dengan mengangkat citra tenaga kesehatan Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.
Prof. Yoyok menambahkan bahwa kerja sama ini terus dikembangkan tidak hanya untuk penempatan tenaga kerja, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan, pengembangan kurikulum keperawatan global, serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis standar internasional.
Para mahasiswa yang mengikuti program ini menyampaikan antusiasme dan semangat tinggi selama praktik berlangsung. Suasana interaktif, suasana klinik yang dibuat menyerupai kondisi nyata di Jerman, serta komunikasi langsung dengan penutur asli menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan keseriusan UMM dalam memberikan pengalaman belajar yang otentik, aplikatif, dan berorientasi global bagi mahasiswanya. Dengan semangat ini, UMM terus melangkah sebagai kampus pelopor perubahan, membawa putra-putri terbaik bangsa menjangkau dunia.