MALANG | Momen peluncuran Center of Excellence (CoE) Non-Communicable Disease (NCD) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjadi lebih istimewa dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Prodi Keperawatan FIKES UMM dan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI.
Penandatanganan ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia dalam memperkuat kerja sama strategis antara akademisi dan pemerintah dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.
“Kami merasa terhormat karena Ibu Direktur P2PTM bersedia hadir langsung dan menandatangani MoU. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret untuk menjembatani dunia akademik dengan praktik kebijakan kesehatan nasional,” ungkap Ns. Edy Purwanto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Kaprodi Ilmu Keperawatan UMM.
Dalam kerja sama ini, pengajar dan fasilitator langsung berasal dari Kementerian Kesehatan, memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan materi yang terkini dan terverifikasi secara nasional. Nantinya, kompetensi yang diberikan melalui kelas CoE NCD akan mendapat rekognisi resmi dari Kemenkes RI, memperkuat nilai lulusan Prodi Keperawatan UMM di dunia kerja.
Perwakilan Kemenkes RI, dr. Nadia, M.Kes, menyatakan bahwa saat ini pendidikan keperawatan tidak lagi cukup hanya mengandalkan keterampilan klinis. Diperlukan penguatan aspek edukatif agar perawat mampu menjadi promotor kesehatan di masyarakat.
“Kita harus memperkuat kompetensi perawat dalam edukasi dan penyuluhan. Ini yang menjadi arah kebijakan ke depan. UMM dengan program CoE-nya telah mengambil langkah lebih cepat,” jelas dr. Nadia.
Dengan sinergi ini, Prodi Keperawatan UMM tak hanya membangun kapasitas internal kampus, namun juga menjadi bagian penting dari ekosistem pencegahan PTM secara nasional. Kehadiran CoE NCD ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang visioner, serta bukti bahwa UMM terus berkomitmen menjadi kampus dengan daya saing global dan kepedulian lokal yang tinggi.