Nguyen Thi Ngoc Ngoan, BSN., MSN. Memberikan Materi
Nguyen Thi Ngoc Ngoan, BSN., MSN. Memberikan Materi

Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan wawasan global dan keilmuan keperawatan melalui penyelenggaraan International Guest Lecture bertema “Bridging Technology and Compassion: The Future of Nursing Care for People with Diabetes”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Theater GKB V UMM dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa keperawatan dengan antusiasme tinggi.

Hadir sebagai pembicara utama, Nguyen Thi Ngoc Ngoan, BSN., MSN., selaku Deputy Head, Department of Clinical Nursing, Faculty of Nursing, School of Medicine and Pharmacy, Tra Vinh University, Vietnam, yang membagikan perspektif komprehensif terkait integrasi digital health dalam praktik keperawatan berbasis bukti, khususnya pada perawatan pasien diabetes.

Dalam paparannya, Ms. Ngoan menekankan bahwa perkembangan teknologi kesehatan digital—seperti electronic medical records (EMR), tele-nursing, mobile health applications, hingga remote patient monitoring—bukanlah tujuan akhir, melainkan alat pendukung untuk memperkuat mutu asuhan keperawatan yang tetap berpusat pada manusia. Ia menegaskan bahwa teknologi seharusnya memperluas jangkauan perawat dalam memberikan perawatan yang aman, efektif, dan berkelanjutan, bukan justru menciptakan jarak emosional antara perawat dan pasien.

“Pada klien diabetes, teknologi seperti continuous glucose monitoring dan sistem pengingat berbasis digital terbukti mampu meningkatkan keterlibatan pasien dan kualitas luaran klinis. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kemampuan perawat dalam mengintegrasikan data digital tersebut ke dalam proses keperawatan yang holistik,” jelas Ms. Ngoan

Foto Peserta international guest lecture
Foto Peserta international guest lecture

Lebih lanjut, ia mengangkat isu kritis yang kerap luput dari diskursus teknologi kesehatan, yakni kesenjangan akses dan literasi digital, terutama pada pasien lanjut usia dan masyarakat di wilayah rural. Menurutnya, perawat memegang peran strategis sebagai educator dan advocate, yang tidak hanya mengajarkan cara menggunakan aplikasi kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan kemampuan pasien.

Tak kalah penting, Ms. Ngoan juga menyoroti tanggung jawab etik dan profesional perawat dalam menjaga keamanan serta kerahasiaan data pasien di era penyimpanan berbasis cloud dan aplikasi pihak ketiga. Ia menegaskan bahwa literasi digital perawat harus berjalan seiring dengan pemahaman etik keperawatan, agar pemanfaatan teknologi tidak mengorbankan prinsip privasi dan kepercayaan pasien.

Sesi diskusi berlangsung dinamis ketika peserta mengajukan pertanyaan kritis, termasuk kekhawatiran bahwa pencatatan dan pemantauan digital justru menambah beban kerja perawat. Menanggapi hal tersebut, Ms. Ngoan menekankan bahwa teknologi yang dirancang dan diterapkan dengan tepat justru berpotensi mengurangi beban administratif, meningkatkan efisiensi kerja, serta memberi ruang lebih luas bagi perawat untuk melakukan therapeutic communication dan compassionate care.

Sementara itu, Sekprodi Program Studi Sarjana Keperawatan FIKES UMM, Muhammad Ari Arfianto, M.Kep., Sp.Kep.J, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kurikulum dan penguatan kompetensi lulusan keperawatan.

“Melalui international guest lecture ini, kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa masa depan keperawatan tidak bisa dilepaskan dari teknologi, namun empati, nilai kemanusiaan, dan caring tetap menjadi inti profesi perawat. Teknologi harus menjadi jembatan, bukan penghalang, antara perawat dan pasien,” ujar Ari.

Ia juga menambahkan bahwa isu diabetes sebagai masalah kesehatan global menuntut perawat untuk memiliki kompetensi klinis, kemampuan berpikir kritis, serta literasi digital yang kuat agar mampu beradaptasi dengan dinamika pelayanan kesehatan modern.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa dan dosen keperawatan FIKES UMM untuk lebih reflektif dan kritis dalam menyikapi transformasi digital di bidang kesehatan. Dengan demikian, lulusan keperawatan UMM diharapkan mampu menjadi perawat profesional yang melek teknologi, berlandaskan bukti ilmiah, dan tetap menjunjung tinggi nilai compassion dalam setiap praktik keperawatan, khususnya bagi penyandang diabetes.