Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Tim mahasiswa keperawatan UMM berhasil meraih Juara 1 Nursing Skill Competition (NSC) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Tim yang tergabung dalam Tim SIMPATI ini terdiri dari Fatimah Azzahra, Yasmin Amelia Ramadhani, dan Dwi Ayu Wijayanti. Mereka tampil unggul melalui karya ilmiah dan simulasi keterampilan keperawatan berjudul “Strategi SIMPATI: Simulasi Penanganan Cardiac Arrest Terintegrasi Advanced Cardiac Life Support (ACLS) pada Pasien Post-Coronary Artery Bypass Graft (CABG)”.
Kompetisi ini menuntut peserta tidak hanya menguasai keterampilan klinik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, penerapan standar keperawatan nasional, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan klinis pada kasus kegawatan. Tim SIMPATI dinilai unggul karena mampu memadukan evidence-based nursing, ketepatan algoritma ACLS, serta pendekatan sistematis berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI.
Fatimah Azzahra, mewakili tim, menjelaskan bahwa kasus yang diangkat merupakan kondisi kritis yang sering terjadi di ruang perawatan intensif.
“Pasien post-CABG berada pada fase rawan, terutama 48 jam pertama. Kami merancang simulasi yang menekankan deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi tim keperawatan dalam menangani cardiac arrest secara komprehensif,” ujarnya.
Yasmin Amelia Ramadhani menambahkan bahwa kekuatan utama karya mereka terletak pada integrasi teori dan praktik.
“Kami tidak hanya menyajikan tindakan RJP, tetapi juga alur pengkajian, analisis data, penegakan diagnosis, hingga evaluasi pasca-ROSC sesuai standar keperawatan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Dwi Ayu Wijayanti menekankan pentingnya peran perawat dalam situasi kegawatan jantung.
“Melalui simulasi ini, kami ingin menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan intervensi perawat sangat menentukan keselamatan pasien,” katanya.
Kaprodi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa.
“Prestasi ini mencerminkan kualitas pembelajaran keperawatan di FIKES UMM yang menekankan kompetensi klinik, berpikir kritis, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan pelayanan kesehatan nyata,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemenangan ini sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa UMM bersaing di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam bidang keperawatan medikal bedah dan kegawatdaruratan.