
Upaya pencegahan penyakit tidak menular pada lansia menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Keperawatan UMM bersama PRA Merjosari 2 pada Minggu, 22 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dakwah An Nawawi ini menyoroti pentingnya deteksi dini sebagai langkah strategis menekan risiko stroke, diabetes, dan hipertensi pada kelompok usia lanjut.
Sebagai dosen dengan keahlian neurologi, Anis menekankan bahwa stroke sering kali diawali oleh faktor risiko yang tidak terkontrol, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak stabil, obesitas, serta lingkar perut berlebih. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi yang lebih berat.
Hasil skrining menunjukkan adanya variasi kondisi kesehatan peserta, yang kemudian menjadi bahan edukasi langsung mengenai pentingnya pengendalian faktor risiko. Peserta yang memiliki tekanan darah tinggi diberikan konseling terkait pembatasan konsumsi garam, pentingnya aktivitas fisik ringan, serta kepatuhan minum obat. Sementara itu, peserta dengan gula darah tinggi mendapatkan edukasi mengenai pola makan seimbang dan pemantauan kadar gula secara berkala.
Antusiasme peserta terlihat dari ramainya sesi konsultasi setelah penyuluhan. Banyak lansia yang mengungkapkan kekhawatiran terhadap risiko stroke karena memiliki riwayat hipertensi atau diabetes. Tim pengabdi memberikan penjelasan mengenai tanda peringatan dini stroke serta langkah penanganan cepat jika terjadi serangan.
Kegiatan ini tidak berhenti pada skrining satu kali. Data hasil pemeriksaan akan dianalisis sebagai dasar penyusunan program kesehatan lanjutan di tingkat ranting. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu menghasilkan intervensi yang lebih tepat sasaran bagi lansia yang memiliki faktor risiko tinggi.
Penyerahan alat kesehatan kepada PRA Merjosari 2 menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pemantauan kesehatan. Dengan adanya fasilitas tersebut, lansia dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara berkala tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
Melalui kegiatan ini, upaya pencegahan stroke tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di tingkat komunitas. Pendekatan promotif, preventif, dan berkelanjutan yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia serta menurunkan angka kejadian penyakit kronis di masyarakat.