Madam Salwismawati USM, Menyampaikan materi diabetes di keperawatan UMM
Madam Salwismawati USM, Menyampaikan materi diabetes di keperawatan UMM

Suasana akademik internasional terasa kuat di lingkungan Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui penyelenggaraan lecture exchange bersama Program Studi Keperawatan Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia. Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi keperawatan dari USM, Madam Salwismawati Badrin, yang memberikan kuliah tamu internasional mengenai penatalaksanaan diabetes mellitus berbasis evidence-based nursing.

Materi yang disampaikan mengangkat berbagai isu penting terkait diabetes mellitus, mulai dari pengenalan tipe diabetes, faktor risiko, pemeriksaan diagnostik, hingga manajemen keperawatan modern dalam pengendalian komplikasi penyakit kronis tersebut.

Dalam pemaparannya, Madam Salwismawati menjelaskan bahwa diabetes mellitus menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius tenaga kesehatan, khususnya perawat. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan pasien dalam melakukan self-management secara konsisten.

Beliau juga menjelaskan berbagai komplikasi serius akibat diabetes mellitus seperti neuropati diabetik, retinopati, nefropati, hingga penyakit kardiovaskular yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien apabila tidak ditangani dengan baik.

Tidak hanya teori, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai edukasi pasien, teknik pemantauan gula darah mandiri, perawatan kaki diabetik, serta strategi pencegahan hipoglikemia dan diabetic ketoacidosis (DKA).

Kegiatan lecture exchange ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional antara Keperawatan UMM dan USM Malaysia. Ketua Program Studi S1 Keperawatan UMM, Nur Aini, menyampaikan bahwa kegiatan akademik internasional seperti ini sangat penting dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.

Beliau menegaskan bahwa mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, pemahaman evidence-based practice, serta wawasan global agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan.

“Kolaborasi dengan USM Malaysia ini menjadi salah satu upaya kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus memperluas perspektif mereka dalam praktik keperawatan modern,” jelas Nur Aini, PhD.

Mahasiswa peserta terlihat aktif mengikuti jalannya kegiatan. Banyak pertanyaan diajukan terkait manajemen diabetes, terapi insulin, hingga edukasi pasien berbasis komunitas. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu penyakit kronis yang saat ini terus meningkat prevalensinya di masyarakat.

Adinda Salsabila, mahasiswa Keperawatan UMM angkatan 2024 semester 4, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kuliah tamu internasional tersebut.

“Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti lecture exchange ini karena materi yang diberikan sangat relevan dengan pembelajaran keperawatan saat ini. Saya jadi lebih memahami pentingnya peran perawat dalam edukasi dan pencegahan komplikasi diabetes. Selain itu, pengalaman belajar langsung dengan dosen dari luar negeri memberikan motivasi tersendiri bagi saya untuk terus berkembang,” ungkap Adinda.

Melalui kegiatan lecture exchange ini, Keperawatan UMM terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun jejaring internasional dan menghadirkan pengalaman belajar global bagi mahasiswa. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi lulusan keperawatan di tingkat internasional.