Malang – Membangun kepercayaan diri menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi remaja di era digital. Fenomena membandingkan diri dengan orang lain, tekanan media sosial, hingga kekhawatiran terhadap masa depan sering kali membuat siswa merasa kurang percaya diri terhadap kemampuan yang mereka miliki. Menyadari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama dosen pengampu mata kuliah Keperawatan Jiwa, Tutu April Ariani, menggelar kegiatan edukasi psikososial bagi siswa SMA Surya Buana.
Kegiatan yang mengusung tema “No Insecure, Be Secure” tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang kesehatan mental remaja, tetapi juga mengajak peserta untuk mengenali potensi diri sebagai modal utama dalam meraih kesuksesan.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa Keperawatan UMM berbagi pengalaman tentang perjalanan mereka selama menjalani perkuliahan. Berbagai tantangan akademik, organisasi, hingga praktik lapangan yang awalnya terasa sulit justru menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan diri dan membangun rasa percaya diri.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Febri, mengungkapkan bahwa rasa minder sering kali muncul karena seseorang lebih fokus pada kekurangan dibandingkan kelebihannya.
“Banyak teman-teman seusia kita merasa tidak cukup baik karena melihat pencapaian orang lain. Padahal setiap orang memiliki proses dan keunggulan masing-masing. Ketika kita mulai menghargai pencapaian kecil yang sudah berhasil diraih, kepercayaan diri akan tumbuh secara perlahan,” ujarnya.
Menurut Febri, lingkungan yang positif juga memiliki peran penting dalam membentuk konsep diri yang sehat. Oleh karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi menjadi salah satu langkah penting bagi siswa yang sedang mempersiapkan masa depan.
Sementara itu, Tutu April Ariani menjelaskan bahwa kepercayaan diri bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Salah satu caranya adalah dengan mengubah pola pikir dari berfokus pada kekurangan menjadi berfokus pada kemampuan yang dimiliki.
“Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa berharga. Mulailah dengan mengenali kelebihan diri sekecil apa pun. Dari situlah rasa percaya diri akan berkembang dan membantu seseorang mencapai tujuan hidupnya,” jelasnya.
Program Studi Keperawatan UMM sendiri terus berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan akademik maupun karakter mahasiswa. Dengan status akreditasi unggul serta berbagai program pengembangan kompetensi, mahasiswa didorong untuk menjadi individu yang profesional, adaptif, dan memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Keperawatan UMM berharap dapat menginspirasi siswa SMA Surya Buana untuk lebih percaya pada kemampuan diri sendiri dan berani mengambil langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak menyuarakan slogan bersama, “No Insecure, Be Secure, Lanjut Terus Bersama UMM!”, sebagai simbol komitmen untuk terus berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.