Malang – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap pasien menjadi kunci keberhasilan lima mahasiswa Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menembus kompetisi internasional. Tim mahasiswa tersebut resmi dinyatakan lolos sebagai finalis 3rd International Student Competition (ISC) 2026 yang akan berlangsung di Thailand pada Agustus mendatang.

Tim yang terdiri dari Mirna Dian Marta, Fitriatuzzahra, Dwi Ayu Wijayanti, Fatimah Azzahra, dan Yasmin Amelia Ramadhani berhasil menyisihkan peserta dari berbagai perguruan tinggi melalui karya inovatif berjudul SMARTHAYU APP.

Inovasi tersebut berangkat dari tantangan yang masih dihadapi pasien leukemia dalam memperoleh pelayanan paliatif yang optimal. Melalui pendekatan teknologi kesehatan, tim mahasiswa Keperawatan UMM menawarkan konsep integrasi antara smart bed dan aplikasi digital yang dapat membantu proses monitoring dan rehabilitasi pasien.

Menurut Mirna Dian Marta selaku ketua tim, ide tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam mendukung kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis.

“Kami melihat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan lebih luas dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu kami mencoba merancang inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga berpusat pada kebutuhan pasien,” jelasnya.

Inovasi SMARTHAYU APP menggabungkan konsep patient-centered care dengan teknologi digital modern. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan sehingga tenaga kesehatan dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat.

Dosen pembimbing tim, Anis Ika Nur Rahmah, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa yang mampu menerjemahkan permasalahan kesehatan menjadi sebuah inovasi yang aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah nyata yang ada di masyarakat. Inovasi ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan ilmu keperawatan, penelitian, dan teknologi,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kompetisi internasional merupakan sarana yang sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara.

Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari Muhammad Rosyidul ‘Ibad, M.Kep selaku Pengelola Bidang Kemahasiswaan Keperawatan UMM. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa budaya akademik dan inovasi di lingkungan Keperawatan UMM terus berkembang.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki kapasitas untuk bersaing secara global. Mereka mampu menghadirkan ide-ide yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masa depan sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan yang dimiliki UMM,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pihak program studi akan terus memperkuat ekosistem prestasi mahasiswa melalui pendampingan, pelatihan kompetisi, serta fasilitasi kegiatan internasional.

Ajang ISC 2026 sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi mahasiswa internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan global.

Partisipasi mahasiswa Keperawatan UMM dalam kompetisi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi riset dan inovasi mahasiswa Indonesia kepada dunia internasional.

Kini, menjelang babak final di Thailand, tim tengah melakukan berbagai persiapan mulai dari penyempurnaan materi presentasi, simulasi tanya jawab, hingga penguatan aspek implementasi inovasi yang mereka usung.

Dengan semangat yang tinggi dan dukungan penuh dari program studi, tim optimistis mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di tingkat internasional.