Angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah serius di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Menjawab tantangan tersebut, Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Program Studi Keperawatan dan Program Studi Psikologi turun langsung ke lapangan.
Mereka menggagas program pencegahan stunting yang tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga pada penguatan aspek psikologis anak melalui stimulasi tumbuh kembang.
Juru bicara tim, Dr. Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA., menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif. Para dosen tidak hanya memberikan edukasi soal makanan bergizi. Namun juga melatih para orang tua untuk melakukan stimulasi psikologis sederhana kepada anak-anak mereka.
Tak hanya itu, para ibu di Karangploso juga dibekali pelatihan pengolahan pangan lokal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti jagung, ubi, sayuran, kacang-kacangan, telur, dan ikan, para ibu diajarkan untuk menyajikan menu sehat dan menarik bagi balita. Langkah ini dinilai strategis karena tidak membutuhkan biaya mahal, namun kaya akan nutrisi.
Tim pengabdian masyarakat UMM ini terdiri dari Dr. Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA., Ika Rizki Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Ratih Eka Pertiwi, M.Psi., bersinergi dengan beberapa posyandu di wilayah Karangploso. Program ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial belaka, melainkan berkelanjutan melalui pendampingan intensif, penyuluhan gizi seimbang, hingga simulasi langsung pengolahan pangan lokal.
Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga mencakup pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko stunting, sekaligus memberikan arahan kepada orang tua mengenai pola asuh, pola makan, dan pentingnya pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan perpaduan antara kecukupan gizi dan stimulasi psikologis yang tepat, Tim Dosen UMM optimistis angka stunting di Karangploso dapat ditekan secara signifikan, sehingga generasi penerus di wilayah tersebut dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.