Malang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan global, mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan kiprahnya melalui sebuah inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Inovasi tersebut berhasil mengantarkan tim mahasiswa Ners UMM menjadi finalis dalam 3rd International Student Competition (ISC) 2026 yang akan digelar di Thailand.
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri dari Mirna Dian Marta, Fitriatuzzahra, Dwi Ayu Wijayanti, Fatimah Azzahra, dan Yasmin Amelia Ramadhani melalui karya berjudul “SMARTHAYU APP: An Integrated Smart Bed and App Innovation to Optimize Palliative Care in the Rehabilitation of Leukemia Patients in Indonesia.”
Karya tersebut menawarkan konsep layanan kesehatan masa depan yang memadukan perangkat smart bed dengan aplikasi digital untuk mendukung pelayanan paliatif pasien leukemia secara lebih efektif, aman, dan terintegrasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan layanan kesehatan. Namun demikian, masih banyak pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan solusi inovatif untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan selama proses rehabilitasi. Kondisi inilah yang menjadi dasar lahirnya SMARTHAYU APP.
Ketua tim, Mirna Dian Marta, menyampaikan bahwa inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pasien sekaligus membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan yang lebih optimal.
“Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien leukemia serta menjadi salah satu alternatif pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia,” katanya.
Perjalanan menuju tahap final bukanlah proses yang mudah. Tim harus melewati berbagai tahapan seleksi yang menilai aspek kebaruan ide, relevansi masalah, dampak inovasi, hingga potensi implementasi di masa depan.
Selama proses tersebut, tim mendapatkan pendampingan dari Anis Ika Nur Rahmah, yang secara aktif membimbing pengembangan ide hingga penyusunan proposal kompetisi.
Menurut Anis, salah satu kekuatan utama tim adalah kemampuan mereka dalam melihat kebutuhan pasien secara komprehensif dan menerjemahkannya menjadi inovasi yang realistis.
“Keperawatan memiliki peran besar dalam mendorong inovasi pelayanan kesehatan. Saya bangga karena mahasiswa mampu menunjukkan bahwa perawat tidak hanya berperan sebagai caregiver, tetapi juga sebagai innovator dan problem solver,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Muhammad Rosyidul ‘Ibad, M.Kep, Pengelola Bidang Kemahasiswaan Keperawatan UMM. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil dari budaya akademik yang terus dibangun di lingkungan Program Studi Keperawatan UMM.
“Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Keperawatan UMM mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan pelayanan kesehatan. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi,” tuturnya.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring global, mengenal perkembangan ilmu kesehatan di berbagai negara, serta memperkuat kompetensi komunikasi dan kolaborasi internasional.
Bagi UMM, keberhasilan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa komitmen terhadap pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kini, seluruh sivitas akademika Keperawatan UMM menaruh harapan besar kepada tim yang akan mewakili Indonesia di Thailand. Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, tim SMARTHAYU APP diharapkan mampu memberikan hasil terbaik serta membawa pulang prestasi yang semakin membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Malang.
Prestasi ini menjadi pesan kuat bahwa inovasi besar dapat lahir dari kepedulian terhadap sesama, dan dari kampus di Malang, gagasan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kini siap diperkenalkan kepada dunia.