Malang – Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang jatuh setiap tanggal 12 Maret menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal. Dalam kesempatan tersebut, dosen keperawatan dengan peminatan keperawatan ginjal, Chairul Huda Al Husna, M. Kep mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap fungsi ginjal dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
Menurutnya, ginjal merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini bertugas menyaring zat sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu mengontrol tekanan darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, berbagai sistem tubuh lain juga akan terdampak.
Namun demikian, ia menilai kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal masih tergolong rendah. Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga ginjal ketika kondisi sudah berada pada tahap lanjut.
“Sebagian besar penyakit ginjal berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Inilah yang membuat penyakit ginjal kerap disebut sebagai silent disease,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kasus Penyakit Ginjal Kronik saat ini terus meningkat di berbagai negara dan menjadi salah satu masalah kesehatan global. Tanpa upaya pencegahan yang kuat, angka kejadian penyakit ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Salah satu fenomena yang turut menjadi sorotan adalah maraknya budaya konsumsi minuman kekinian dari berbagai coffee shop, khususnya di kalangan anak muda. Menurutnya, banyak minuman yang dijual mengandung kadar gula tinggi dan sering dikonsumsi secara berlebihan.
“Sekarang ini minuman dari coffee shop sangat mudah ditemukan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak di antaranya memiliki kandungan gula yang tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa kontrol, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes dan pada akhirnya dapat memicu kerusakan ginjal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi minuman manis yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah secara kronis. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi seperti Diabetes Mellitus yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama terjadinya Gagal Ginjal.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja ginjal dalam jangka panjang.
Melalui momentum ini, ia mengingatkan masyarakat untuk mulai memperhatikan pola konsumsi sehari-hari, termasuk mengurangi minuman manis dan memperbanyak konsumsi air putih.
Ia juga menyarankan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal, antara lain dengan mencukupi kebutuhan cairan, menjaga tekanan darah tetap stabil, mengontrol kadar gula darah, membatasi konsumsi garam, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pencegahan penyakit ginjal.
“Perawat tidak hanya berperan dalam perawatan pasien, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kita dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam menjaga kesehatan ginjal,” tuturnya.
Ia berharap peringatan Hari Ginjal Sedunia dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa menjaga kesehatan ginjal bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi harus dimulai sejak dini melalui pola hidup sehat dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini.
“Ginjal adalah organ yang bekerja tanpa henti setiap hari. Karena itu, menjaga kesehatannya adalah investasi penting untuk kualitas hidup kita di masa depan,” pungkasnya.