Kunjungan FIKES UMTAS di S1 Keperawatan UMM
Kunjungan FIKES UMTAS di S1 Keperawatan UMM

Malang – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan mendorong Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (FIKES UMTAS) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Kunjungan ini secara khusus difokuskan pada penguatan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium di Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices) dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.

Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, PhD, menegaskan bahwa implementasi kurikulum OBE di FIKES UMM tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan kompetensi holistik mahasiswa sebagai calon perawat profesional.

“Pendekatan OBE yang kami terapkan menekankan keterukuran capaian pembelajaran secara jelas, mulai dari perencanaan kurikulum, proses pembelajaran, hingga evaluasi berbasis outcome. Hal ini penting agar lulusan benar-benar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integrasi kurikulum dengan sistem penjaminan mutu menjadi kunci utama keberhasilan implementasi OBE. Setiap proses pembelajaran dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, sehingga terjadi siklus perbaikan yang konsisten.

Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan apresiasinya terhadap sistem yang telah dikembangkan oleh FIKES UMM. Menurutnya, kunjungan ini memberikan wawasan yang sangat komprehensif dan aplikatif.

“Kami melihat bahwa FIKES UMM telah berhasil membangun sistem yang terintegrasi antara kurikulum, mutu, dan praktik laboratorium. Ini bukan hanya konsep, tetapi sudah berjalan secara nyata dan sistematis. Tentu ini menjadi referensi penting bagi kami untuk pengembangan di UMTAS,” ujarnya.

Selain diskusi kurikulum, rombongan juga diajak meninjau langsung pengelolaan laboratorium keperawatan yang berbasis kompetensi dan simulasi klinik. Laboratorium tersebut dirancang menyerupai setting pelayanan kesehatan nyata, sehingga mahasiswa dapat mengasah keterampilan klinis secara optimal sebelum terjun ke lapangan.

Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan benchmarking semata, tetapi menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antar institusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan keperawatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.