Malang – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia, Program Studi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Zakat Malang. Sinergi ini diwujudkan dalam tiga program unggulan: Kelas Lansia, Sekolah Kader Lansia, dan Home Care, yang secara terpadu menyasar aspek promotif, preventif, dan kuratif dalam layanan kesehatan komunitas.
Program ini menjadi wujud nyata dari komitmen kedua institusi dalam membangun masyarakat yang sehat dan mandiri, sekaligus menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa keperawatan UMM.
Sentuhan Edukatif dan Humanis dalam Pelayanan Lansia
Kegiatan Kelas Lansia dilaksanakan secara berkala di wilayah binaan Rumah Zakat. Mahasiswa keperawatan UMM hadir sebagai tenaga edukatif, memberikan informasi seputar gaya hidup sehat, pengelolaan penyakit degeneratif, serta pelatihan fisik sederhana bagi lansia.
Elwien Roodhiana Mufida, SAb, Branch Manager Rumah Zakat Malang, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sangat penting dalam memperluas jangkauan pelayanan. “Kami sangat terbantu dengan keterlibatan mahasiswa UMM. Pendekatan mereka yang edukatif, ramah, dan penuh empati membuat lansia merasa dihargai dan diperhatikan. Ini lebih dari sekadar pelayanan, tetapi bentuk kasih sayang nyata dari generasi muda untuk para sesepuh,” jelasnya.
Sekolah Kader Lansia: Membangun Ketangguhan Komunitas
Program Sekolah Kader Lansia menjadi strategi penting dalam mencetak relawan lokal yang mampu menjadi pendamping dan pelopor kesehatan di komunitas. Kader-kader yang dilatih tidak hanya dibekali keterampilan dasar medis, tetapi juga diajarkan etika pelayanan, komunikasi empatik, serta pelaporan kondisi lansia secara berkala.
Menurut Sunardi, M.Kep, selaku Kaprodi Pendidikan Profesi Ners UMM, kehadiran mahasiswa dalam program ini memberi manfaat ganda. “Mahasiswa tidak hanya belajar teknis keperawatan, tetapi juga belajar memahami konteks sosial budaya masyarakat, membangun kepekaan, dan menginternalisasi nilai-nilai keperawatan holistik. Ini adalah bentuk pembelajaran yang tidak bisa mereka peroleh di ruang kelas,” jelasnya.
Home Care: Layanan Kemanusiaan yang Menyentuh
Program Home Care menjadi solusi bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas. Tim mahasiswa dan pendamping dosen melakukan kunjungan ke rumah-rumah, memberikan pelayanan seperti cek tekanan darah, pemantauan kondisi umum, hingga konseling ringan bagi keluarga.
Layanan ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak keluarga merasa sangat terbantu, terlebih karena keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan formal. Dengan pendekatan yang penuh welas asih, program ini berhasil menembus sekat-sekat keterasingan sosial yang kerap dialami para lansia.
Sinergi yang Berkelanjutan dan Inklusif
Kolaborasi antara UMM dan Rumah Zakat Malang ini tidak bersifat jangka pendek. Keduanya telah merancang rencana kerja berkelanjutan, termasuk evaluasi rutin, pengembangan modul kaderisasi, serta perluasan wilayah layanan ke daerah-daerah pinggiran Kota Malang.
Kaprodi S1 Keperawatan UMM, Edi Purwanto, MNg juga menyampaikan bahwa sinergi ini akan dijadikan model community-based learning yang mendukung kurikulum kampus merdeka. Dengan melibatkan mahasiswa dari tahap sarjana hingga profesi, diharapkan terbentuk lulusan yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa sosial tinggi.
Kerja sama ini menjadi bukti bahwa ketika institusi pendidikan dan lembaga sosial bersinergi, dampak yang dihasilkan tidak hanya mencetak tenaga kesehatan berkualitas, tetapi juga memberi perubahan nyata bagi masyarakat. Dalam semangat humanity-based nursing, Universitas Muhammadiyah Malang dan Rumah Zakat Malang terus bergerak bersama untuk merawat yang rentan dan membangun masyarakat yang tangguh.