
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dan praktik keperawatan berbasis tantangan global melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu bertajuk “Empowering People with Diabetes through Nursing and Digital Health Solutions”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6 Januari 2026 dan bertempat di Gedung Theater GKB V UMM, dengan diikuti oleh mahasiswa profesi Ners serta sivitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan.
Kuliah tamu ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas isu diabetes melitus sebagai salah satu masalah kesehatan kronis dengan prevalensi tinggi, sekaligus menyoroti peran perawat dalam upaya pemberdayaan pasien melalui pendekatan keperawatan dan pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan dinamika pelayanan kesehatan saat ini, di mana transformasi digital menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan modern.
Kaprodi Pendidikan Profesi Ners UMM, Ns. Anis Ika Nur Rohmah, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, menjelaskan bahwa perawat memiliki posisi kunci dalam mendampingi penyandang diabetes, tidak hanya dalam aspek klinis, tetapi juga dalam edukasi, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas hidup pasien.
“Diabetes bukan hanya persoalan kadar gula darah, tetapi berkaitan erat dengan perilaku, gaya hidup, kepatuhan terapi, dan kesiapan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Di sinilah perawat berperan sebagai educator, counselor, dan care coordinator,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ns. Anis Ika menegaskan bahwa integrasi digital health solutions—seperti aplikasi pemantauan glukosa, tele-nursing, dan sistem edukasi berbasis digital—harus dipahami dan dikuasai oleh calon perawat profesional. Menurutnya, teknologi bukan untuk menggantikan sentuhan keperawatan, melainkan memperkuat efektivitas asuhan yang berfokus pada pasien.
“Teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperluas jangkauan perawat dalam memberdayakan pasien, bukan menghilangkan nilai humanistik dalam keperawatan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Ners UMM, Chairul Huda Al Husna, M.Kep, dalam pemaparannya menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa profesi Ners dalam menghadapi perubahan lanskap pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa tantangan keperawatan ke depan menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap inovasi digital.
“Mahasiswa profesi Ners harus dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan pemahaman holistik tentang manajemen penyakit kronis seperti diabetes. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual agar mahasiswa memahami realitas praktik keperawatan di lapangan,” ujarnya.
Chairul Huda juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam keperawatan dapat meningkatkan kontinuitas perawatan (continuity of care), khususnya pada pasien diabetes yang membutuhkan pemantauan jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, perawat dapat berperan aktif dalam pencegahan komplikasi dan penguatan self-management pasien.
Kegiatan kuliah tamu berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Berbagai pertanyaan kritis diajukan, mulai dari tantangan implementasi digital nursing di layanan kesehatan, kesiapan sumber daya manusia keperawatan, hingga isu etika dan keamanan data pasien dalam penggunaan teknologi digital.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi Pendidikan Profesi Ners UMM berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa tentang peran strategis perawat dalam menghadapi masalah kesehatan kronis berbasis komunitas dan teknologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya nyata UMM dalam mencetak perawat profesional yang unggul, berdaya saing global, serta mampu memberikan asuhan keperawatan yang holistik, humanis, dan berbasis inovasi.