
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Amir Mustofa Husein R, S.Kep., lulusan tahun 2021, resmi memulai karier internasionalnya sebagai High Level Care Giver di Kokubunji Hospital, salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Tokyo, Jepang. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan FIKES UMM mampu bersaing di kancah global sekaligus memenuhi standar kompetensi tenaga kesehatan internasional.
Perjalanan Amir menuju Jepang bukanlah proses instan. Ia harus melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa Jepang, pelatihan keterampilan keperawatan berbasis standar Jepang, hingga uji kompetensi yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kesiapan mental. Posisi High Level Care Giver yang akan diembannya menuntut kemampuan komprehensif dalam memberikan asuhan keperawatan geriatri, rehabilitasi, serta pendampingan pasien dengan kebutuhan khusus secara holistik.
Dalam keterangannya, Amir mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat membawa nama almamater ke tingkat internasional. Ia menyebut bahwa proses adaptasi yang akan dijalani di Jepang menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar untuk berkembang.
“Bekerja di Jepang adalah mimpi yang saya persiapkan sejak masih kuliah. FIKES UMM tidak hanya membekali saya dengan kompetensi klinis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, komunikasi terapeutik, dan etika profesional yang sangat dibutuhkan di lingkungan kerja internasional,” ujar Amir.
Ia juga menambahkan bahwa budaya kerja di Jepang yang menekankan ketelitian, empati, dan keselamatan pasien menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus belajar.
“Saya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sekaligus menunjukkan bahwa perawat Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan tenaga kesehatan dari negara lain,” tambahnya.
Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Program Studi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D. Menurutnya, keberhasilan Amir merupakan representasi nyata dari outcome pendidikan yang berorientasi global serta hasil dari penguatan kurikulum berbasis kompetensi internasional yang selama ini diterapkan.
Nur Aini menegaskan bahwa FIKES UMM secara konsisten mendorong mahasiswa dan alumni untuk memiliki daya saing global melalui peningkatan kemampuan bahasa asing, penguatan praktik klinik, serta kerja sama internasional di bidang keperawatan.
“Kami sangat bangga dengan capaian Amir. Ini menunjukkan bahwa lulusan Keperawatan UMM mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan di negara maju seperti Jepang. Ke depan, kami berharap semakin banyak alumni yang mengikuti jejak ini dan berkontribusi di level internasional,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni yang berkarier di luar negeri memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi, terutama dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, membuka peluang program pertukaran, serta meningkatkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas lulusan FIKES UMM.
Kisah Amir menjadi inspirasi bagi mahasiswa keperawatan lainnya untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri sejak dini. Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan soft skills, kemampuan bahasa asing, serta pengalaman praktik yang beragam.
“Mulailah mempersiapkan diri sejak sekarang. Jangan takut dengan tantangan bahasa atau perbedaan budaya. Semua bisa dilalui jika kita disiplin, konsisten, dan memiliki tujuan yang jelas,” pesannya kepada adik tingkatnya.
Langkah Amir menuju Tokyo bukan sekadar pencapaian personal, tetapi juga simbol semakin terbukanya peluang perawat Indonesia di pasar global. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga perawat profesional di Jepang, kehadiran alumni FIKES UMM di berbagai fasilitas kesehatan internasional menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan keperawatan Indonesia mampu menjawab kebutuhan dunia.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika FIKES UMM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi institusi sebagai penghasil tenaga perawat profesional berdaya saing global. Alumni seperti Amir Mustofa Husein R menunjukkan bahwa dengan kompetensi, kerja keras, dan dukungan institusi, peluang berkarier di tingkat internasional bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang dapat dicapai.