c1_20250712_13572936Malang – Era digital dan perubahan gaya hidup masyarakat modern membawa tantangan kesehatan baru: penyakit tidak menular (NCD) seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas yang kerap hadir tanpa gejala namun berdampak jangka panjang. Menjawab tantangan ini, Prodi Keperawatan FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang program kelas unggulan Center of Excellence (CoE) NCD untuk membentuk generasi perawat yang responsif dan solutif.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Prodi Keperawatan FIKES UMM dan Direktorat P2PTM Kemenkes RI, dan menjadi yang pertama mengintegrasikan program pengendalian NCD nasional ke dalam kurikulum pendidikan tinggi keperawatan.

“Kami ingin menanamkan pada mahasiswa semangat pelayanan preventif dan promotif, tidak hanya kuratif. Ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenkes RI,” ungkap Edi Purwanto, S.Kep., Ns., MNg, Ketua Program Studi Keperawatan FIKES UMM.

Menurut Edi, mahasiswa CoE NCD akan mendapat pengalaman belajar yang tidak didapat di kelas reguler. Mereka akan didampingi langsung oleh tenaga profesional dari Kemenkes RI sebagai fasilitator dan pelatih keterampilan.

“Fasilitatornya dari pusat, materi juga langsung dari Kemenkes. Ini membuat mahasiswa lebih siap dengan kompetensi nyata. Kita ingin mereka bukan hanya tahu teori, tapi mampu terjun dan berinovasi di masyarakat,” ujarnya.

Program ini akan berlangsung selama satu semester dan bersifat terapan. Mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas seperti penyuluhan kesehatan berbasis komunitas, asesmen risiko NCD, hingga pencatatan dan pelaporan sesuai standar nasional.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTM Kemenkes RI menegaskan, tantangan NCD kini membutuhkan pendekatan lintas sektor, dan perawat adalah ujung tombak perubahan tersebut. “Perawat harus lebih dari sekadar tenaga medis klinis. Mereka harus menjadi pendidik, motivator, dan penggerak perubahan perilaku sehat,” ujarnya.

Dengan program ini, UMM berharap dapat melahirkan lulusan keperawatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menekan angka NCD secara nasional, melalui praktik nyata, edukasi, dan pendekatan berbasis komunitas.

“Ke depan, kami ingin menjadikan kelas CoE NCD ini sebagai model nasional, bahkan internasional, dalam pendidikan keperawatan berbasis kolaborasi dan misi sosial,” tutup Edi Purwanto.