Fatimah Azzahra, Fitriatuzzahra dan Dwi Ayu Wijayanti
Fatimah Azzahra, Fitriatuzzahra dan Dwi Ayu Wijayanti

Keberhasilan mahasiswa Ilmu Keperawatan FIKES UMM meraih Juara 2 Hasanuddin Nursing Competition 2025 menegaskan peran strategis perawat sebagai agen perubahan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui inovasi STUNTFREE, mahasiswa menghadirkan pendekatan keperawatan yang menempatkan keluarga sebagai mitra utama tenaga kesehatan.

Dwi Ayu Wijayanti, salah satu penulis, menjelaskan bahwa STUNTFREE dirancang dengan pendekatan bertahap sesuai tingkat risiko stunting anak. “Intervensi kami bagi menjadi low-risk, moderate, dan severe stunting. Setiap level memiliki strategi yang berbeda, namun tetap terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Fitur ScreenCheck memungkinkan deteksi dini berbasis antropometri, sementara Siaga Stunting dan KidsCare memperkuat pengetahuan, sikap, dan praktik keluarga terkait gizi, ASI eksklusif, dan MP-ASI. Di sisi lain, VaxJourney berfungsi sebagai pengingat imunisasi sekaligus edukasi pencegahan infeksi yang berkontribusi terhadap stunting.

Kaprodi Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D., menilai pendekatan tersebut selaras dengan arah pengembangan profesi keperawatan masa depan.
“Perawat tidak lagi cukup hanya kuat di klinik, tetapi juga harus mampu bekerja di komunitas, memanfaatkan teknologi, dan memberdayakan keluarga. Inovasi STUNTFREE menunjukkan bahwa mahasiswa kami telah memahami peran strategis tersebut sejak dini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa Ilmu Keperawatan FIKES UMM untuk bersaing di level nasional dengan gagasan yang relevan dan berdampak.