Malang, 27 Mei 2024 – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan sekolah, mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan pelatihan kader Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan fokus pada kesehatan jiwa. Kegiatan ini berlangsung di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Malang dan melibatkan guru serta siswa sebagai peserta pelatihan.

Pelatihan yang diadakan pada tanggal 27-28 Mei 2024 ini bertujuan untuk membekali para calon kader UKS dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan mengenai pentingnya kesehatan jiwa, teknik mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa, serta cara mengembangkan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental.

Ketua tim PKM-PM UMM, Ajeng Pramudia, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. “Kami berharap, melalui pelatihan ini, para guru dan siswa dapat lebih peka terhadap masalah kesehatan jiwa dan mampu memberikan bantuan pertama kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Ajeng.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi dari dosen dan praktisi kesehatan jiwa, termasuk cara mengenali tanda-tanda awal gangguan jiwa, strategi pencegahan stres, dan teknik relaksasi. Selain itu, peserta juga melakukan simulasi mendeteksi dini kepada teman-teman mengenai masalah kesehatan jiwa yang sering terjadi di sekolah.

Salah satu guru di SMP tersebut, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan yang diberikan. “Ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama menambah wawasan mengenai masalah kesehatan jiwa di sekolah. Kami menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai kader UKS Jiwa,” terangnya.

Sementara itu, salah satu siswa yang turut serta dalam pelatihan, mengatakan bahwa ia merasa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa. “Pelatihan ini menambah wawasan saya bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Saya sekarang tahu bagaimana cara membantu teman-teman yang mungkin sedang mengalami masalah,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para calon kader UKS Jiwa di SMP tersebut dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan mendukung kesehatan jiwa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Malang untuk menerapkan program serupa dalam upaya peningkatan kesehatan jiwa di kalangan siswa dan guru.

Pelatihan ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dan diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah.