
Dalam sebuah capaian yang membanggakan bagi dunia akademik Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mahasiswa keperawatan Mirna Dian Marta berhasil mengangkat nama institusi dengan publikasi riset skripsinya di jurnal internasional bereputasi, Nurse Media Journal of Nursing Vol. 15, No. 2 (August 2025). Artikel yang berjudul “Determinants of Menstrual Hygiene Management Practices Among Adolescents: A Cross-Sectional Study” ini tidak hanya diterima, tetapi juga dinilai berkualitas Q2 — sebuah bukti keunggulan ilmiah yang mengungguli banyak karya sejawat di bidang keperawatan dan kesehatan masyarakat. Prestasi ini semakin istimewa karena dibimbing langsung oleh Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep.Mat., PhD, seorang pakar keperawatan dengan pengalaman riset yang kuat.
Dalam riset ini, Mirna dan tim penelitinya menggali determinan perilaku manajemen kebersihan menstruasi (Menstrual Hygiene Management/MHM) pada remaja perempuan, sebuah isu kesehatan penting namun sering kurang mendapat perhatian yang memadai di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, termasuk Indonesia. Dengan menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 365 responden perempuan usia remaja melalui sampling purposive, penelitian ini tidak hanya memetakan praktik MHM, tetapi juga mengidentifikasi faktor-faktor yang turut berperan dalam perilaku tersebut. Data dikumpulkan melalui berbagai instrumen valid seperti kuesioner MHM, Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), serta kuisioner demografis.
Hasil analisis statistik memperlihatkan hubungan yang signifikan antara skor manajemen kebersihan menstruasi dengan beragam variabel seperti usia responden, usia saat menarche, tingkat pendidikan, panjang siklus menstruasi, status kerja, pendapatan keluarga, dan tempat tinggal. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin dewasa usia dan pendidikan remaja, serta semakin stabil kondisi sosial ekonomi mereka, semakin baik praktik MHM yang dijalankan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa riwayat dismenore atau nyeri menstruasi justru berkaitan negatif dengan praktik kebersihan menstruasi, menandakan bahwa tantangan fisiologis turut memengaruhi perilaku kesehatan remaja.
Lebih jauh lagi, melalui regresi linier, panjang siklus menstruasi muncul sebagai prediktor positif signifikan bagi praktek MHM, sementara dismenore menjadi prediktor negatif yang berdampak terhadap praktik tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja umumnya berada pada level yang cukup baik, tetapi masih dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis, sosial, dan ekonomi yang kompleks. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan siklus menstruasi serta strategi pengelolaan dismenore dalam program kesehatan masyarakat untuk memperkuat kebiasaan kebersihan menstruasi di kalangan remaja.
Pencapaian Mirna ini mencerminkan kualitas akademik FIKES UMM yang tidak hanya mampu memenuhi tuntutan riset lokal, tetapi berhasil bersaing dan berkontribusi dalam diskursus ilmiah global. Publikasi di Nurse Media Journal of Nursing, yang berskala internasional dan berkualitas Q2, tidak sekadar menjadi kebanggaan pribadi, tetapi sekaligus membuktikan bahwa penelitian mahasiswa Indonesia mampu memberikan dampak pada perbaikan praktik kesehatan remaja secara luas — sebuah langkah penting menuju perubahan nyata dalam komunitas kesehatan global.