Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga mahasiswa program studi Ilmu Keperawatan berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Nursing Skill Competition (NSC) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang.
Kompetisi bergengsi ini menjadi wadah pengembangan keterampilan sekaligus penguatan pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Tahun ini, salah satu kategori yang diperlombakan adalah Nursing Care Plan Challenge, dengan tema Simulasi Penanganan Cardiac Arrest pada Pasien Post-CABG hari kedua.
Tim FIKES UMM yang beranggotakan mahasiswa semester 6, yaitu Fatimah Azzahra, Yasmin Amelia Ramadhani, dan Dwi Ayu Wijayanti, mengusung karya berjudul “Strategi SIMPATI: Simulasi Penanganan Cardiac Arrest Terintegrasi Advanced Cardiac Life Support (ACLS) pada Pasien Post-CABG”. Melalui karya tersebut, mereka memaparkan secara komprehensif mengenai pentingnya pemantauan pasien pasca operasi jantung, terutama dalam 48 jam pertama yang rawan komplikasi serius hingga risiko henti jantung.
Makalah yang disusun tim FIKES UMM tidak hanya membahas latar belakang dan teori, tetapi juga mengangkat studi kasus nyata pasien laki-laki 65 tahun pasca operasi CABG yang mengalami cardiac arrest. Mereka menyusun asuhan keperawatan secara runtut, mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi sesuai standar nasional (SDKI, SLKI, SIKI), hingga evaluasi. Diagnosa utama yang ditetapkan di antaranya adalah Gangguan sirkulasi spontan, Risiko penurunan curah jantung, dan Risiko perfusi miokard tidak efektif. Intervensi pun dilakukan mengacu pada protokol Advanced Cardiac Life Support (ACLS), meliputi RJP, pemberian epinefrin intravena, pemantauan EKG, hingga kolaborasi intensif dengan tim medis.
Tidak hanya berhenti pada penyusunan makalah, tim juga membuat video implementasi tindakan keperawatan yang menggambarkan simulasi penanganan pasien secara nyata. Video tersebut dinilai edukatif, aplikatif, serta sesuai etika profesi, sehingga mampu menjadi nilai tambah dalam proses penjurian.
Menurut Fatimah Azzahra, salah satu anggota tim, keberhasilan ini tidak datang dengan mudah. “Kami harus benar-benar membagi waktu antara persiapan lomba dengan kesibukan penelitian skripsi. Apalagi kami tinggal berjauhan, jadi koordinasi harus ekstra. Tapi semangat belajar dan tekad untuk membawa nama baik UMM membuat kami tetap bertahan,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Yasmin Amelia Ramadhani. Ia menuturkan bahwa bimbingan dari dosen pembina, Ibu Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB, serta dukungan penuh dari organisasi Kim-Hipotalamus FIKES UMM, menjadi kunci penting dalam menguatkan tim. “Bimbingan dari Bu Anis sangat berarti bagi kami, mulai dari penyusunan makalah hingga simulasi tindakan. Beliau selalu mengingatkan kami untuk tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga bagaimana perawat bisa mengambil keputusan cepat dan tepat di situasi kritis,” jelasnya.
Sementara itu, Dwi Ayu Wijayanti menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja sama tim dan ketekunan mampu melahirkan hasil terbaik. “Kemenangan ini kami persembahkan untuk almamater tercinta, dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendoakan. Kami bangga bisa membawa nama FIKES UMM ke kancah nasional,” ungkapnya penuh haru.
Keberhasilan meraih Juara 1 dalam Nursing Skill Competition ini tidak hanya membuktikan kualitas akademik dan keterampilan mahasiswa keperawatan FIKES UMM, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi generasi perawat muda agar selalu siap menghadapi tantangan di dunia nyata, khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik, berbasis bukti, dan sesuai standar nasional maupun internasional.