Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim mahasiswa Keperawatan UMM berhasil lolos sebagai finalis dalam ajang 3rd International Student Competition (ISC) 2026 yang akan diselenggarakan di Thailand pada 8–9 Agustus 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Keperawatan UMM mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi yang mengintegrasikan ilmu kesehatan, teknologi, dan kepedulian terhadap pasien.

Tim yang dipimpin oleh Mirna Dian Marta bersama anggota Fitriatuzzahra, Dwi Ayu Wijayanti, Fatimah Azzahra, dan Yasmin Amelia Ramadhani berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya ilmiah berjudul “SMARTHAYU APP: An Integrated Smart Bed and App Innovation to Optimize Palliative Care in the Rehabilitation of Leukemia Patients in Indonesia.”

Karya tersebut menawarkan solusi inovatif berupa integrasi tempat tidur pintar (smart bed) dengan aplikasi digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan paliatif pada pasien leukemia. Inovasi ini lahir dari keprihatinan tim terhadap tingginya kebutuhan monitoring pasien dengan kondisi kronis dan kompleks, terutama dalam fase rehabilitasi dan perawatan jangka panjang.

Ketua tim, Mirna Dian Marta, menjelaskan bahwa konsep SMARTHAYU APP dikembangkan untuk membantu tenaga kesehatan dan keluarga pasien dalam melakukan pemantauan kondisi pasien secara lebih efektif dan real-time.

“Pasien leukemia sering kali membutuhkan pemantauan yang intensif, baik terkait kenyamanan, mobilitas, maupun kondisi fisiologisnya. Melalui SMARTHAYU APP, kami berupaya menghadirkan solusi yang lebih adaptif dan berbasis teknologi sehingga pelayanan paliatif dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Dalam inovasi tersebut, smart bed dirancang mampu membantu pemantauan kondisi pasien serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama proses perawatan. Sementara aplikasi pendamping memungkinkan tenaga kesehatan maupun keluarga memperoleh informasi yang lebih cepat dan terintegrasi mengenai kondisi pasien.

Keberhasilan tim ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan oleh Anis Ika Nur Rahmah selaku dosen pembimbing. Menurutnya, kompetisi internasional bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menguji relevansi ide dan inovasi mereka di tingkat global.

“Mahasiswa Keperawatan UMM memiliki potensi besar dalam mengembangkan inovasi yang berbasis kebutuhan masyarakat. SMARTHAYU APP merupakan salah satu contoh bagaimana ilmu keperawatan dapat dikombinasikan dengan teknologi untuk memberikan dampak nyata bagi pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses penyusunan karya hingga lolos ke tahap final membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh anggota tim. Mulai dari identifikasi masalah, studi literatur, penyusunan konsep inovasi, hingga penyempurnaan proposal dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan.

Sementara itu, Muhammad Rosyidul ‘Ibad, M.Kep, selaku Pengelola Bidang Kemahasiswaan Keperawatan UMM, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Keperawatan UMM tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan praktik klinik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir inovatif serta kompetitif di level internasional.

“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. Program studi akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pengembangan prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik, penelitian, inovasi, maupun kompetisi internasional,” jelasnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam kompetisi ini dapat memperluas jejaring internasional mahasiswa sekaligus memperkenalkan kualitas pendidikan Keperawatan UMM kepada dunia.

Lolosnya tim Keperawatan UMM ke tahap final ISC 2026 juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus yang selama ini terus didorong oleh UMM. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan ide-ide terbaik mereka dalam menjawab tantangan global di berbagai bidang.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi lintas negara. Pengalaman tersebut dinilai sangat penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global dan mampu menghadapi perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

Dengan lolosnya sebagai finalis, tim Keperawatan UMM akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk tahap presentasi final di Thailand. Berbagai penyempurnaan terhadap konsep dan strategi presentasi terus dilakukan agar dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik UMM di kancah internasional.

Prestasi ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa Keperawatan UMM mampu menjadi agen perubahan melalui inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat.