Malang, Jawa Timur — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rosyidul ‘Ibad, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengungkapkan bahwa terapi suara Al-Qur’an memiliki potensi luar biasa dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien kanker. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang, dan hasilnya memberikan harapan baru bagi para pasien kanker yang kerap mengalami kecemasan tinggi.
Kanker adalah salah satu penyakit kronis yang sering membawa ancaman besar bagi penderitanya. Selain menghadapi beban fisik, pasien kanker juga sering mengalami gangguan kecemasan akibat ancaman terhadap kesehatan dan kehidupan mereka. Gangguan kecemasan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik, seperti sulit tidur, terganggunya proses regenerasi sel,dan menurunnya daya tahan tubuh.
Melihat dampak buruk tersebut, Rosyidul ‘Ibad terinspirasi untuk mengeksplorasi terapi non-farmakologis yang mudah, efisien, minimal efek samping, dan terjangkau. Salah satu metode yang dipilih adalah terapi suara Al-Qur’an, yang diyakini memiliki efek menenangkan melalui kekuatan lantunan ayat-ayat suci. Terapi ini tidak hanya menyentuh aspek psikologis tetapi juga spiritual, memberikan rasa damai dan ketenangan bagi pasien.
Menurut Rosyidul ‘Ibad, terapi suara Al-Qur’an mengandalkan resonansi suara yang lembut, ritme membaca yang teratur, dan makna mendalam dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Kombinasi ini dapat membantu menstimulasi otak untuk menghasilkan hormon-hormon penenang, seperti serotonin, yang berperan penting dalam mengurangi rasa cemas.
Metode ini dianggap relevan untuk diterapkan pada pasien kanker yang sering mengalami tekanan emosional berat, terutama saat menghadapi kemoterapi atau perawatan jangka panjang. Selain karena mudah dilakukan di mana saja, terapi ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena tidak memerlukan alat atau prosedur khusus, hanya membutuhkan suasana yang nyaman dan rekaman bacaan Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan pada tingkat kecemasan pasien. Sebelum diberikan terapi suara Al-Qur’an, sebagian besar pasien mengalami kecemasan pada tingkat sedang, yang tercermin dari gejala-gejala fisik dan emosional seperti kegelisahan, ketegangan, dan kesulitan tidur. Namun, setelah menerima terapi suara Al-Qur’an selama periode yang telah ditentukan, sebagian besar pasien menunjukkan penurunan kecemasan hingga ke tingkat ringan. Banyak pasien melaporkan perasaan yang lebih tenang dan lebih mampu mengelola stres mereka, bahkan setelah menjalani perawatan kemoterapi yang penuh tantangan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi suara Al-Qur’an merupakan metode yang efektif dan efisien dalam membantu mengurangi kecemasan pada pasien kanker, terutama mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Banyak peserta penelitian yang melaporkan merasa lebih tenang setelah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Rosyidul ‘Ibad mengungkapkan bahwa temuan ini dapat menjadi alternatif pendukung dalam perawatan pasien.
Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi dunia kesehatan, tetapi juga menawarkan harapan bagi pasien kanker untuk mendapatkan perawatan yang lebih holistik. Terapi suara Al-Qur’an dapat menjadi salah satu bentuk pendampingan spiritual yang memperkuat dimensi psikologis pasien, sehingga mereka lebih siap menghadapi perjalanan panjang pengobatan
Penelitian ini tidak hanya membuktikan keilmuan, tetapi juga menegaskan pentingnya keselarasan antara aspek medis dan spiritual dalam mendukung kesehatan pasien secara menyeluruh.