
Malang – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan terus dilakukan melalui kolaborasi antar institusi. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melakukan kunjungan akademik ke Program Studi Profesi Ners FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka benchmarking implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium pendidikan keperawatan.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sistem pendidikan berbasis luaran (outcome) yang kini menjadi standar global dalam pendidikan tinggi kesehatan. Rombongan FIKES UMTAS dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMTAS periode 2023–2027, Asep Setiawan, M.Kep., yang menyampaikan bahwa transformasi kurikulum berbasis OBE bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan.
“Kami melihat Prodi Ners FIKES UMM telah melangkah lebih maju dalam mengimplementasikan kurikulum OBE secara sistematis. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada kompetensi nyata di lapangan,” ungkap Asep.
Dalam sesi diskusi, Kaprodi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., memaparkan secara komprehensif bagaimana kurikulum OBE diimplementasikan mulai dari perencanaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), desain pembelajaran berbasis student-centered learning, hingga sistem asesmen yang mengukur ketercapaian kompetensi secara objektif.
Menurut Anis, implementasi OBE tidak hanya sebatas perubahan dokumen kurikulum, tetapi juga transformasi budaya akademik. “Kami memastikan bahwa setiap proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian akhir lulusan. Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui siklus penjaminan mutu yang ketat,” jelasnya.
Tidak hanya membahas kurikulum, kunjungan ini juga menyoroti sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan di FIKES UMM. Sistem tersebut mencakup monitoring pembelajaran, evaluasi dosen, audit mutu internal, serta penggunaan teknologi dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas akademik.
Rombongan FIKES UMTAS juga diajak meninjau fasilitas laboratorium keperawatan yang dimiliki FIKES UMM. Laboratorium tersebut dirancang menyerupai setting klinis nyata, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan klinik secara optimal sebelum terjun ke lapangan. Pengelolaan laboratorium yang terstandar dan berbasis kompetensi menjadi salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antar institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan di Indonesia. Benchmarking tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.