Masa remaja adalah periode perkembangan penting, di mana individu mulai menunjukkan perhatian lebih terhadap penampilan diri, penemuan identitas, serta ketertarikan terhadap lawan jenis. Siswa SMA Aisyiyah Boarding School Malang (SMA ABSM), yang berada dalam fase perkembangan ini, seringkali berusaha menarik perhatian, namun tidak selalu diiringi dengan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Dalam beberapa kasus, meskipun penampilan menjadi fokus utama, perilaku hidup sehat seperti kebersihan diri, pola makan, dan aktivitas fisik seringkali terabaikan. Hal ini berpotensi berdampak pada kesehatan fisik dan mental mereka.
Untuk mengatasi hal tersebut, Ika Rizki Anggraini, Aini Alifatin, Nurul Aini, dan Tri Lestari Handayani, dosen Keperawatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM), melaksanakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan siswa melalui penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMA ABSM. Program ini mengaplikasikan pendekatan PKM PAR (Participatory Action Research), yang mengedepankan partisipasi aktif antara peneliti, pengurus UKS, dan siswa, dengan tujuan untuk menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan remaja.
“Melalui pendekatan PKM PAR, kami tidak hanya memberikan pelatihan tentang pengelolaan UKS, tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis seperti rawat luka dan deteksi dini masalah kesehatan,” ungkap Ika Rizki Anggraini, salah satu dosen FIKES UMM yang memimpin program pengabdian ini. Program ini, menurutnya, bertujuan untuk memberdayakan pengurus UKS dan siswa agar mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini mencakup pelatihan pengelolaan UKS dan manajemen kasus kesehatan, serta keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama seperti perawatan luka dan deteksi dini masalah kesehatan. Selain itu, literasi pendidikan kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya gaya hidup sehat. “Kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tidak hanya mengandalkan layanan UKS, tetapi juga tahu bagaimana merawat diri mereka sendiri,” tambah Tri Lestari Handayani, dosen Keperawatan lainnya yang turut berperan dalam pelaksanaan program ini.
Salah satu dampak positif yang paling terasa adalah meningkatnya pemahaman siswa tentang fungsi dan peran UKS. Sebelumnya, banyak siswa yang belum sepenuhnya menyadari manfaat UKS, namun kini mereka lebih aktif dalam menggunakan fasilitas yang ada. “Siswa yang sebelumnya jarang mengunjungi UKS, kini lebih sering datang untuk berkonsultasi tentang masalah kesehatan mereka, baik itu berupa luka ringan, gejala penyakit, atau sekadar untuk mendapatkan edukasi tentang gaya hidup sehat,” kata Aini Alifatin, dosen FIKES UMM yang terlibat dalam pelatihan dan literasi kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam persepsi mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Tidak hanya itu, pelatihan keterampilan keperawatan yang diberikan kepada pengurus UKS, termasuk dalam hal deteksi dini dan perawatan luka, juga berkontribusi besar terhadap peningkatan keterampilan mereka. “Keberhasilan pelatihan ini terbukti melalui peningkatan kunjungan ke UKS, yang mencerminkan kepercayaan siswa terhadap pengelolaan dan kualitas layanan yang diberikan,” jelas Nurul Aini, yang juga terlibat dalam pelatihan keterampilan keperawatan. Dengan tingkat keberhasilan mencapai 85%, para pengurus UKS menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan keperawatan dan kemampuan manajerial mereka.
Salah satu aspek kunci yang berperan besar dalam kesuksesan program ini adalah pemberdayaan SDM dan pengembangan sarana UKS. Melalui pemberdayaan ini, pengurus UKS tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menangani kasus kesehatan, tetapi juga pembekalan mengenai pentingnya kemandirian dalam pengelolaan UKS.
Secara keseluruhan, program pengabdian ini telah berhasil meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan siswa SMA Aisyiyah Boarding School Malang. Penguatan UKS melalui pemberdayaan SDM dan peningkatan sarana, serta pelatihan praktis yang diberikan, mampu menciptakan budaya hidup sehat di sekolah. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan secara komprehensif dan melibatkan semua pihak—termasuk pengurus UKS, siswa, dan staf sekolah—dapat berdampak positif terhadap kesehatan remaja dan mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat di masa depan