
Dalam upaya menjaga kualitas lulusan dan memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia praktik klinik, Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Ners angkatan 33.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Laboratorium Terpadu Keperawatan Gedung Kuliah Bersama V (GKB V) UMM dan diikuti oleh 170 mahasiswa profesi ners yang akan segera menjalani praktik klinik di berbagai rumah sakit selama satu tahun ke depan.
OSCE dikenal sebagai salah satu metode evaluasi keterampilan klinis yang paling objektif dalam pendidikan tenaga kesehatan. Dalam sistem ini, mahasiswa diuji melalui serangkaian stasiun praktik yang dirancang menyerupai kondisi pelayanan pasien secara nyata.
Sekretaris Program Studi Profesi Ners FIKES UMM, Chairul Huda Al Husna, M.Kep. menjelaskan bahwa OSCE merupakan mekanisme evaluasi penting untuk memastikan setiap mahasiswa memiliki standar kompetensi yang sama sebelum memasuki dunia praktik.
“OSCE menjadi bagian dari proses quality control dalam pendidikan profesi ners. Dengan metode ini, setiap mahasiswa diuji secara langsung keterampilan kliniknya sehingga kami dapat memastikan kesiapan mereka sebelum praktik di rumah sakit,” ujarnya.
Berbeda dengan ujian tertulis, OSCE menuntut mahasiswa untuk menunjukkan keterampilan secara langsung. Mereka harus mampu melakukan berbagai prosedur keperawatan sesuai standar praktik profesional, mulai dari tindakan dasar hingga keterampilan yang lebih kompleks.
Seluruh keterampilan prioritas dari berbagai departemen keperawatan diujikan dalam kegiatan ini. Hal tersebut mencakup tindakan klinik pada bidang keperawatan medikal bedah, maternitas, anak, jiwa, komunitas, hingga kegawatdaruratan.
Setiap stasiun ujian memiliki skenario kasus tersendiri yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu. Penguji kemudian menilai setiap langkah tindakan mahasiswa menggunakan lembar penilaian yang telah distandarisasi.
Menurut Chairul Huda Al Husna, pendekatan ini memungkinkan proses evaluasi berjalan lebih objektif karena setiap mahasiswa diuji dengan skenario yang sama serta indikator penilaian yang jelas.
Selain menilai keterampilan teknis, OSCE juga mengevaluasi kemampuan komunikasi terapeutik mahasiswa, ketepatan dalam melakukan pengkajian pasien, serta kemampuan dalam menjaga keselamatan pasien selama tindakan keperawatan dilakukan.
Laboratorium Terpadu Keperawatan FIKES UMM yang menjadi lokasi pelaksanaan OSCE dirancang menyerupai lingkungan klinik sebenarnya. Berbagai alat kesehatan dan manekin simulasi tersedia untuk mendukung proses evaluasi keterampilan mahasiswa secara maksimal.
Pelaksanaan OSCE ini sekaligus mencerminkan keseriusan Prodi Ners dalam menjaga standar pendidikan profesi keperawatan agar tetap selaras dengan tuntutan praktik pelayanan kesehatan modern.
Dengan melalui proses evaluasi yang ketat ini, mahasiswa diharapkan mampu memasuki fase praktik klinik dengan kesiapan kompetensi yang matang serta mampu memberikan pelayanan keperawatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.