Malang – Fenomena kecanduan game online yang semakin marak di kalangan remaja menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program edukasi bagi puluhan remaja di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Sebanyak 40 remaja mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai dampak penggunaan game online secara berlebihan terhadap kesehatan mental, prestasi akademik, serta kehidupan sosial mereka. Kegiatan ini berlangsung interaktif melalui diskusi, simulasi kasus, dan berbagi pengalaman antar peserta.

Salah satu peserta, Raka (16), mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, selama ini bermain game dianggap sebagai hiburan biasa tanpa menyadari dampak yang dapat muncul ketika waktu bermain tidak terkendali.

“Saya baru tahu ternyata kecanduan game bisa memengaruhi motivasi belajar dan hubungan dengan keluarga. Setelah mengikuti kegiatan ini saya jadi lebih sadar pentingnya mengatur waktu,” ujarnya.

Para peserta juga diajak mengenali tanda-tanda awal kecanduan game online, seperti sulit berhenti bermain, mengabaikan tugas sekolah, hingga berkurangnya interaksi dengan lingkungan sekitar.

Dalam sesi diskusi, para remaja menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, terutama ketika penggunaan gawai semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka menilai kegiatan seperti ini penting karena memberikan ruang untuk berdialog dan mencari solusi bersama.

Kepala Desa Toyomarto menyampaikan apresiasi kepada tim UMM yang telah hadir memberikan edukasi berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan remaja dalam mengendalikan diri.

“Remaja perlu dibekali literasi digital yang baik. Bukan berarti game harus dihindari sepenuhnya, tetapi harus digunakan secara bijak agar tidak mengganggu masa depan mereka,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk pengembangan diri maupun pendidikan.