
Kesadaran terhadap kualitas publikasi ilmiah menjadi fokus utama dalam sesi kedua Workshop Case Report bertema “Writing High Quality Nursing Case Report: A Practical Workshop for Professional Nursing Student” yang digelar di Aula Kampus II Universitas Muhammadiyah Malang pada 14 Februari 2026. Pada sesi ini, narasumber eksternal Hidayat Arifin, M. Kep, merupakan dosen Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, membawakan materi tentang strategi memilih jurnal yang relevan sekaligus menghindari jebakan jurnal predator.
Ia menegaskan bahwa proses publikasi tidak berhenti pada penulisan naskah, tetapi berlanjut pada pemilihan jurnal yang tepat. Banyak karya ilmiah yang sebenarnya berkualitas gagal terpublikasi bukan karena substansinya lemah, melainkan karena tidak sesuai dengan aims and scope jurnal yang dituju. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fokus dan cakupan jurnal menjadi langkah awal yang krusial sebelum proses submission.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan indikator kualitas jurnal, seperti impact factor, peringkat kuartil (Q1–Q4), serta indeksasi pada basis data bereputasi seperti Scopus dan Web of Science. Ia mengingatkan bahwa jurnal dengan kuartil lebih tinggi umumnya memiliki standar seleksi yang ketat, namun memberikan dampak ilmiah yang lebih luas. Meski demikian, ia menekankan bahwa pemilihan jurnal harus disesuaikan dengan kualitas naskah dan relevansi topik, bukan sekadar mengejar peringkat tertinggi.
Salah satu perhatian utama dalam sesi ini adalah fenomena jurnal predator. Ia menjelaskan bahwa jurnal jenis ini sering menawarkan proses publikasi yang sangat cepat, biaya tinggi tanpa transparansi, serta sistem peer review yang tidak jelas. Praktik ini tidak hanya merugikan penulis secara finansial, tetapi juga dapat merusak rekam jejak akademik. Mahasiswa diingatkan untuk selalu memverifikasi kredibilitas jurnal melalui laman resmi, mengecek indeksasi, serta memanfaatkan berbagai journal finder tools yang tersedia.
Selain itu, ia juga memaparkan tahapan proses publikasi secara sistematis, mulai dari pemilihan jurnal, penyesuaian format naskah, proses submission, peer review, hingga revisi. Ia menekankan pentingnya memahami jenis artikel yang sesuai dengan jurnal tujuan, seperti case report, original article, atau review, agar peluang diterima semakin besar. Transparansi terkait biaya publikasi, frekuensi terbit, serta waktu dari penerimaan hingga publikasi juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Materi ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi proses strategis yang membutuhkan perencanaan matang. Dengan memahami karakteristik jurnal bereputasi dan ciri-ciri jurnal predator, mahasiswa diharapkan mampu melindungi karya ilmiahnya sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal yang kredibel.
Kaprodi Profesi Ners Anis Ika Nur Rohmah juga menegaskan bahwa literasi publikasi menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa profesi. Ia menyampaikan bahwa kemampuan menulis yang baik harus diikuti dengan kecakapan memilih kanal publikasi yang tepat agar karya ilmiah benar-benar memberikan dampak akademik.
Ia juga menekankan bahwa program studi akan terus melakukan pendampingan dalam proses pemilihan jurnal, mulai dari identifikasi kesesuaian topik, pengecekan indeksasi, hingga evaluasi kualitas jurnal. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa target publikasi mahasiswa tidak hanya tercapai secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan integritas akademik.
Menurutnya, materi tentang jurnal predator menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya tuntutan publikasi bagi mahasiswa profesi. Tanpa pemahaman yang memadai, mahasiswa berisiko memilih jurnal yang tidak kredibel. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis, teliti, dan tidak tergoda oleh janji publikasi instan.
Workshop ini semakin menegaskan arah pengembangan Prodi Profesi Ners FIKES UMM sebagai program studi yang berorientasi pada publikasi ilmiah bereputasi. Sinergi antara narasumber eksternal dan penguatan dari pimpinan program studi menjadi langkah konkret dalam membangun budaya akademik yang berkualitas, beretika, dan berdampak.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa Ners diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan case report yang kuat secara metodologis, tetapi juga cerdas dalam menentukan jurnal tujuan, sehingga karya ilmiah yang dihasilkan benar-benar berkontribusi bagi pengembangan ilmu keperawatan dan meningkatkan rekognisi institusi di tingkat nasional maupun internasional.