150 Siswa SMK Muhammadiyah 1 Blitar Antusias Kenal Lebih Dekat Dunia Keperawatan Bersama Universitas Muhammadiyah Malang

Promosi S1 Keperawatan di SMK Muhammadiyah 1 Blitar

Sebanyak 150 siswa dari kelas X hingga kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Blitar mengikuti kegiatan promosi pendidikan yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia keperawatan serta peluang pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Acara berlangsung interaktif dengan berbagai sesi pemaparan, diskusi, serta tanya jawab yang membuat para siswa semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang profesi perawat. Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi S1 Keperawatan UMM, Nur Aini, PhD menyampaikan bahwa perkembangan dunia kesehatan membuat kebutuhan tenaga perawat profesional semakin meningkat di berbagai negara. “Perawat adalah profesi yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia. Bahkan banyak alumni kami yang saat ini bekerja di luar negeri seperti Jepang, Jerman, dan beberapa negara Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa lulusan keperawatan memiliki peluang karier global yang sangat terbuka,” jelasnya. Ia juga memaparkan bahwa selama menjalani pendidikan di UMM, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga keterampilan praktik melalui berbagai laboratorium keperawatan serta pengalaman praktik klinik di rumah sakit. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk peluang beasiswa dan jaringan alumni yang luas. Kegiatan promosi ini juga mendapat respon positif dari pihak sekolah. Guru SMK Muhammadiyah 1 Blitar, Nadia Eka Putri, menyampaikan bahwa kehadiran tim dari UMM memberikan motivasi baru bagi para siswa. “Anak-anak menjadi lebih memahami bagaimana prospek pendidikan di bidang keperawatan. Banyak dari mereka yang sebelumnya belum mengetahui bahwa perawat bisa berkarier di luar negeri atau di berbagai institusi lainnya,” ujarnya. Menurut Nadia, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan informasi tentang perguruan tinggi, tetapi juga membantu siswa merencanakan masa depan mereka sejak dini. Antusiasme para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mulai dari bagaimana proses pendaftaran kuliah, sistem pembelajaran, hingga kisah sukses alumni yang telah berhasil meniti karier di berbagai negara. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Keperawatan UMM berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan sekaligus menyiapkan tenaga perawat profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Prodi Ners UMM Gelar OSCE Matrikulasi 3 Hari untuk Pastikan Kesiapan 170 Mahasiswa Ners Terjun Lapangan

Osce Matrikulasi Ners 33

Dalam upaya menjaga kualitas lulusan dan memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia praktik klinik, Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Ners angkatan 33. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Laboratorium Terpadu Keperawatan Gedung Kuliah Bersama V (GKB V) UMM dan diikuti oleh 170 mahasiswa profesi ners yang akan segera menjalani praktik klinik di berbagai rumah sakit selama satu tahun ke depan. OSCE dikenal sebagai salah satu metode evaluasi keterampilan klinis yang paling objektif dalam pendidikan tenaga kesehatan. Dalam sistem ini, mahasiswa diuji melalui serangkaian stasiun praktik yang dirancang menyerupai kondisi pelayanan pasien secara nyata. Sekretaris Program Studi Profesi Ners FIKES UMM, Chairul Huda Al Husna, M.Kep. menjelaskan bahwa OSCE merupakan mekanisme evaluasi penting untuk memastikan setiap mahasiswa memiliki standar kompetensi yang sama sebelum memasuki dunia praktik. “OSCE menjadi bagian dari proses quality control dalam pendidikan profesi ners. Dengan metode ini, setiap mahasiswa diuji secara langsung keterampilan kliniknya sehingga kami dapat memastikan kesiapan mereka sebelum praktik di rumah sakit,” ujarnya. Berbeda dengan ujian tertulis, OSCE menuntut mahasiswa untuk menunjukkan keterampilan secara langsung. Mereka harus mampu melakukan berbagai prosedur keperawatan sesuai standar praktik profesional, mulai dari tindakan dasar hingga keterampilan yang lebih kompleks. Seluruh keterampilan prioritas dari berbagai departemen keperawatan diujikan dalam kegiatan ini. Hal tersebut mencakup tindakan klinik pada bidang keperawatan medikal bedah, maternitas, anak, jiwa, komunitas, hingga kegawatdaruratan. Setiap stasiun ujian memiliki skenario kasus tersendiri yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu. Penguji kemudian menilai setiap langkah tindakan mahasiswa menggunakan lembar penilaian yang telah distandarisasi. Menurut Chairul Huda Al Husna, pendekatan ini memungkinkan proses evaluasi berjalan lebih objektif karena setiap mahasiswa diuji dengan skenario yang sama serta indikator penilaian yang jelas. Selain menilai keterampilan teknis, OSCE juga mengevaluasi kemampuan komunikasi terapeutik mahasiswa, ketepatan dalam melakukan pengkajian pasien, serta kemampuan dalam menjaga keselamatan pasien selama tindakan keperawatan dilakukan. Laboratorium Terpadu Keperawatan FIKES UMM yang menjadi lokasi pelaksanaan OSCE dirancang menyerupai lingkungan klinik sebenarnya. Berbagai alat kesehatan dan manekin simulasi tersedia untuk mendukung proses evaluasi keterampilan mahasiswa secara maksimal. Pelaksanaan OSCE ini sekaligus mencerminkan keseriusan Prodi Ners dalam menjaga standar pendidikan profesi keperawatan agar tetap selaras dengan tuntutan praktik pelayanan kesehatan modern. Dengan melalui proses evaluasi yang ketat ini, mahasiswa diharapkan mampu memasuki fase praktik klinik dengan kesiapan kompetensi yang matang serta mampu memberikan pelayanan keperawatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

OSCE Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Ners UMM Mengasah Keterampilan Klinik Sebelum Terjun ke Rumah Sakit

OSCE Ners 33

Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan perawat yang kompeten melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Ners angkatan 33. Ujian praktik ini dilaksanakan selama tiga hari di Laboratorium Terpadu Keperawatan yang berada di Gedung Kuliah Bersama V (GKB V) UMM. Sebanyak 170 mahasiswa profesi Ners mengikuti ujian tersebut sebagai tahap penting sebelum mereka menjalani praktik klinik secara penuh di rumah sakit selama satu tahun ke depan. OSCE dirancang sebagai metode evaluasi komprehensif yang menguji keterampilan klinis mahasiswa secara terstruktur melalui berbagai stasiun praktik yang merepresentasikan situasi nyata pelayanan kesehatan. Ketua Program Studi Profesi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa OSCE menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki lingkungan praktik klinik yang sesungguhnya. Menurutnya, mahasiswa profesi ners tidak hanya dituntut memiliki pemahaman teori, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan keterampilan klinik secara tepat, sistematis, dan aman bagi pasien. “Melalui OSCE ini kami ingin memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memiliki keterampilan dasar yang kuat sebelum mereka terjun langsung ke rumah sakit. Semua prosedur keperawatan yang menjadi prioritas dalam berbagai departemen diuji secara komprehensif,” jelasnya. Dalam pelaksanaannya, OSCE menghadirkan berbagai stasiun keterampilan klinik yang mencakup berbagai bidang keperawatan, mulai dari keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, maternitas, keperawatan jiwa, hingga keperawatan komunitas dan gawat darurat. Setiap mahasiswa harus melewati setiap stasiun dan menunjukkan kemampuan klinis sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku. Ujian ini juga menilai berbagai aspek penting dalam praktik keperawatan, seperti kemampuan melakukan pengkajian pasien, keterampilan tindakan keperawatan, komunikasi terapeutik, hingga pengambilan keputusan klinis. Laboratorium Terpadu Keperawatan di GKB V UMM sendiri telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas simulasi klinik modern yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mensimulasikan berbagai kondisi pasien sebelum menghadapi situasi nyata di rumah sakit. Pelaksanaan OSCE tidak hanya melibatkan dosen penguji dari berbagai departemen keperawatan, tetapi juga tenaga laboran yang memastikan setiap skenario praktik berjalan sesuai standar evaluasi klinik. Anis Ika Nur Rohmah menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembentukan profesionalisme perawat sejak awal masa pendidikan profesi. “Perawat merupakan profesi yang menuntut ketelitian, keterampilan, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan pasien. Oleh karena itu, sebelum mahasiswa memasuki praktik klinik selama satu tahun penuh, kami memastikan bahwa mereka telah memiliki kesiapan kompetensi dasar,” ujarnya. Dengan pelaksanaan OSCE ini, Program Studi Profesi Ners FIKES UMM berharap mahasiswa mampu memasuki tahap praktik klinik dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi serta kemampuan klinis yang terstandar. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen FIKES UMM dalam mencetak perawat profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan klinis yang kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.