Tingkatkan Publikasi Internasional, Dosen Keperawatan UMM Gelar Update Penelitian Kualitatif untuk Perkuat Kualitas Riset Mahasiswa
Malang – Komitmen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat budaya riset terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui agenda Update Penelitian Kualitatif yang diikuti oleh dosen keperawatan UMM sebagai bagian dari strategi peningkatan publikasi ilmiah bereputasi sekaligus penguatan mutu penelitian mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif ini menjadi wadah bagi para dosen untuk memperbarui pemahaman mengenai perkembangan metodologi penelitian kualitatif, mulai dari desain penelitian, teknik pengumpulan data, analisis tematik, hingga strategi publikasi pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Berbagai perkembangan terkini dalam penelitian kualitatif menjadi fokus diskusi, mengingat pendekatan ini semakin banyak digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien, keluarga, tenaga kesehatan, maupun fenomena sosial yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Penelitian kualitatif juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu keperawatan karena mampu menggali makna dan pengalaman manusia secara mendalam. Ketua Program Studi Keperawatan UMM, Nur Aini, PhD menjelaskan bahwa penelitian kualitatif saat ini menjadi salah satu pendekatan yang semakin diminati dalam bidang kesehatan. Berbagai isu kesehatan masyarakat, pengalaman pasien dengan penyakit kronis, kesehatan mental, hingga pelayanan kesehatan berbasis komunitas membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengukur angka, tetapi juga memahami pengalaman dan perspektif individu secara komprehensif. “Perkembangan ilmu kesehatan saat ini menuntut peneliti untuk mampu memahami fenomena kesehatan secara lebih mendalam. Melalui kegiatan ini, dosen memperoleh pembaruan terkait metode penelitian kualitatif sehingga dapat menghasilkan publikasi yang lebih berkualitas dan berdampak bagi pengembangan ilmu keperawatan,” ujarnya. Selain membahas aspek metodologi, kegiatan ini juga menyoroti tantangan publikasi hasil penelitian kualitatif pada jurnal bereputasi. Para peserta mendapatkan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas manuskrip, memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian, serta mengembangkan artikel yang memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah yang kuat. Berbagai institusi pendidikan kesehatan di Indonesia juga telah mengembangkan kegiatan serupa sebagai upaya meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dan kualitas penelitian dosen. Tidak hanya berdampak pada pengembangan kapasitas dosen, agenda ini juga dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Dosen yang memperoleh pembaruan metodologi penelitian diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada mahasiswa dalam penyusunan skripsi maupun penelitian akhir. Selama ini, penelitian kualitatif sering dianggap lebih kompleks karena membutuhkan kemampuan wawancara mendalam, observasi, interpretasi data, serta analisis yang sistematis. Melalui peningkatan kompetensi dosen, mahasiswa akan memperoleh bimbingan yang lebih terarah dalam menjalankan penelitian mereka. Dalam diskusi yang berlangsung, para dosen juga berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa saat melakukan penelitian lapangan. Mulai dari kesulitan membangun hubungan dengan partisipan, proses pengumpulan data yang memerlukan waktu panjang, hingga analisis data yang membutuhkan ketelitian tinggi. Berbagai solusi praktis dibahas untuk memastikan mahasiswa dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pelayanan kesehatan dan keperawatan. Agenda pembaruan penelitian kualitatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Keperawatan UMM dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus mendorong inovasi dan produktivitas ilmiah, UMM menempatkan penelitian sebagai salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui peningkatan kapasitas dosen secara berkelanjutan, diharapkan kualitas penelitian yang dihasilkan semakin meningkat dan mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu keperawatan baik di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, Program Studi Keperawatan UMM berkomitmen untuk terus mengadakan berbagai forum ilmiah, pelatihan metodologi, serta pendampingan publikasi guna menciptakan ekosistem riset yang kuat. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan memiliki kualitas metodologis yang baik, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan, kegiatan Update Penelitian Kualitatif menjadi bukti nyata komitmen dosen Keperawatan UMM dalam menghasilkan penelitian yang unggul sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi peneliti muda yang kompeten, kritis, dan siap berkontribusi dalam perkembangan ilmu kesehatan di masa depan.
Cegah Stunting, Tim Dosen Keperawatan UMM Padukan Gizi Lokal dan Stimulasi Psikologis
Angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah serius di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Menjawab tantangan tersebut, Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Program Studi Keperawatan dan Program Studi Psikologi turun langsung ke lapangan. Mereka menggagas program pencegahan stunting yang tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga pada penguatan aspek psikologis anak melalui stimulasi tumbuh kembang. Juru bicara tim, Dr. Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA., menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif. Para dosen tidak hanya memberikan edukasi soal makanan bergizi. Namun juga melatih para orang tua untuk melakukan stimulasi psikologis sederhana kepada anak-anak mereka. “Kami mengajarkan orang tua untuk melakukan stimulasi melalui bermain edukatif dan komunikasi positif. Hal ini penting karena perkembangan otak anak tidak hanya ditopang oleh makanan, tetapi juga oleh interaksi dan kasih sayang yang berkualitas,” ujar Siti Maimunah, Selasa (26/5/2026). Tak hanya itu, para ibu di Karangploso juga dibekali pelatihan pengolahan pangan lokal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti jagung, ubi, sayuran, kacang-kacangan, telur, dan ikan, para ibu diajarkan untuk menyajikan menu sehat dan menarik bagi balita. Langkah ini dinilai strategis karena tidak membutuhkan biaya mahal, namun kaya akan nutrisi. Tim pengabdian masyarakat UMM ini terdiri dari Dr. Siti Maimunah, S.Psi., MM., MA., Ika Rizki Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Ratih Eka Pertiwi, M.Psi., bersinergi dengan beberapa posyandu di wilayah Karangploso. Program ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial belaka, melainkan berkelanjutan melalui pendampingan intensif, penyuluhan gizi seimbang, hingga simulasi langsung pengolahan pangan lokal. “Kami ingin orang tua paham bahwa bahan pangan sederhana jika diolah dengan benar bisa menjadi makanan bergizi tinggi untuk menunjang pertumbuhan balita. Ini adalah langkah konkret untuk menekan angka stunting dari hulu,” tambah Ika Rizki Anggraini. Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga mencakup pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko stunting, sekaligus memberikan arahan kepada orang tua mengenai pola asuh, pola makan, dan pentingnya pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan perpaduan antara kecukupan gizi dan stimulasi psikologis yang tepat, Tim Dosen UMM optimistis angka stunting di Karangploso dapat ditekan secara signifikan, sehingga generasi penerus di wilayah tersebut dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.
No Insecure, Be Secure! Dosen dan Mahasiswa Keperawatan UMM Ajak Siswa SMA Surya Buana Bangun Kepercayaan Diri dan Raih Masa Depan Gemilang
Malang – Rasa tidak percaya diri atau insecure masih menjadi salah satu tantangan yang banyak dialami oleh remaja saat ini. Tekanan akademik, tuntutan lingkungan sosial, hingga pengaruh media sosial sering kali membuat sebagian siswa merasa kurang mampu, kurang berharga, dan tidak yakin terhadap potensi yang dimilikinya. Berangkat dari kondisi tersebut, dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tutu April Ariani, bersama mahasiswa mata kuliah Keperawatan Jiwa mengadakan kegiatan edukasi bagi siswa SMA Surya Buana tentang pentingnya membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi masa depan. Kegiatan yang berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh semangat tersebut mengangkat tema “No Insecure, Be Secure”, sebuah ajakan bagi generasi muda untuk lebih mengenali, menerima, dan menghargai dirinya sendiri. Dalam sesi edukasi, para siswa diajak memahami bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan potensi yang unik, sehingga tidak perlu terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Menurut Tutu April Ariani, salah satu langkah paling sederhana namun sering diabaikan dalam meningkatkan rasa percaya diri adalah dengan belajar menghargai kelebihan diri sendiri, sekecil apa pun bentuknya. Banyak remaja yang terlalu fokus pada kekurangan sehingga lupa melihat berbagai kemampuan dan pencapaian yang sebenarnya telah dimiliki. “Kepercayaan diri tidak muncul secara instan. Kepercayaan diri dibangun dari kebiasaan mengenali dan menghargai diri sendiri. Ketika seseorang mampu melihat kelebihan yang dimilikinya, sekecil apa pun itu, maka ia akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan dan lebih berani mengembangkan potensinya,” jelasnya di hadapan para peserta. Mahasiswa Keperawatan UMM yang turut terlibat dalam kegiatan ini juga mengajak siswa untuk melakukan refleksi diri melalui berbagai aktivitas interaktif. Para peserta diminta menuliskan hal-hal positif yang mereka miliki, prestasi yang pernah diraih, hingga impian yang ingin diwujudkan di masa depan. Kegiatan tersebut mendapat respons yang sangat antusias karena membantu siswa menyadari bahwa mereka memiliki banyak potensi yang selama ini mungkin belum disadari. Lebih lanjut, Tutu menegaskan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan konsep diri. Oleh karena itu, lingkungan yang mendukung sangat dibutuhkan agar remaja dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan. Program Studi Keperawatan UMM sendiri berkomitmen tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidang kesehatan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, kemampuan komunikasi yang baik, kepemimpinan, serta rasa percaya diri yang tinggi. Melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, mahasiswa diberikan ruang untuk terus berkembang dan mengasah potensi yang dimiliki. “Prodi Keperawatan UMM dapat menjadi salah satu tempat terbaik untuk meng-upgrade diri. Di sini mahasiswa tidak hanya belajar ilmu keperawatan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Keperawatan UMM juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka selama menempuh pendidikan. Mereka menceritakan bagaimana berbagai kegiatan organisasi, praktik klinik, pengabdian masyarakat, hingga program internasional telah membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepercayaan diri mereka. Suasana semakin hangat ketika para siswa SMA Surya Buana diajak berdiskusi mengenai cita-cita dan rencana masa depan mereka. Banyak siswa mengaku termotivasi setelah mengikuti sesi edukasi tersebut karena mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya menerima diri sendiri dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, Program Studi Keperawatan UMM berharap dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk tidak terjebak dalam perasaan minder atau tidak percaya diri. Sebaliknya, mereka diajak untuk melihat masa depan dengan optimisme dan keberanian untuk terus berkembang. Menutup kegiatan, Tutu April Ariani bersama mahasiswa Keperawatan UMM mengajak seluruh siswa SMA Surya Buana untuk terus melangkah maju dan tidak ragu mengejar impian mereka. “No Insecure, Be Secure. Hargai dirimu, kenali potensimu, dan terus berkembang bersama UMM. Mari bergabung dengan Program Studi Keperawatan UMM dan wujudkan masa depan yang lebih cerah, percaya diri, serta penuh prestasi,” pungkasnya. Kegiatan edukasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan keperawatan tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan mental dan psikososial masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan semangat “No Insecure, Be Secure”, Keperawatan UMM terus berkomitmen mendampingi dan menginspirasi calon generasi penerus bangsa untuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di era modern.