Belajar dari yang Unggul: FIKES UMTAS Serap Inovasi Pengelolaan Pendidikan di Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM

Malang – Upaya meningkatkan kualitas lulusan tenaga kesehatan terus dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan, salah satunya melalui kegiatan benchmarking. Kali ini, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (FIKES UMTAS) melakukan kunjungan inspiratif ke Prodi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Kunjungan ini berfokus pada tiga aspek utama yang menjadi pilar pendidikan modern, yaitu implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu internal, serta manajemen laboratorium berbasis kompetensi. Dalam sesi diskusi, Nur Aini, PhD, selaku Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, menjelaskan bahwa transformasi kurikulum menjadi OBE merupakan langkah strategis dalam menjawab tuntutan global terhadap lulusan keperawatan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. “Kami tidak hanya menyusun kurikulum berbasis outcome, tetapi juga memastikan setiap komponen pembelajaran selaras dengan capaian tersebut. Mulai dari RPS, metode pembelajaran, hingga asesmen, semuanya dirancang terintegrasi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan implementasi OBE tidak lepas dari peran sistem penjaminan mutu yang kuat. Monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas pendidikan tetap optimal. Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi institusinya. Ia menilai FIKES UMM berhasil menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga visioner. “Kami mendapatkan banyak insight baru, terutama bagaimana mengintegrasikan mutu dengan implementasi kurikulum. Ini sangat penting agar perubahan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi berdampak nyata pada kualitas lulusan,” ungkapnya. Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah pengelolaan laboratorium keperawatan yang modern dan berbasis simulasi. Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara experiential learning, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan klinis sebelum praktik langsung di rumah sakit. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan saling berbagi pengalaman dan inovasi, diharapkan lahir generasi perawat profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
FIKES UMTAS Lakukan Benchmarking Kurikulum OBE dan Penjaminan Mutu di Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM

Malang – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan mendorong Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (FIKES UMTAS) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Kunjungan ini secara khusus difokuskan pada penguatan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium di Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices) dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global. Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, PhD, menegaskan bahwa implementasi kurikulum OBE di FIKES UMM tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan kompetensi holistik mahasiswa sebagai calon perawat profesional. “Pendekatan OBE yang kami terapkan menekankan keterukuran capaian pembelajaran secara jelas, mulai dari perencanaan kurikulum, proses pembelajaran, hingga evaluasi berbasis outcome. Hal ini penting agar lulusan benar-benar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integrasi kurikulum dengan sistem penjaminan mutu menjadi kunci utama keberhasilan implementasi OBE. Setiap proses pembelajaran dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, sehingga terjadi siklus perbaikan yang konsisten. Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan apresiasinya terhadap sistem yang telah dikembangkan oleh FIKES UMM. Menurutnya, kunjungan ini memberikan wawasan yang sangat komprehensif dan aplikatif. “Kami melihat bahwa FIKES UMM telah berhasil membangun sistem yang terintegrasi antara kurikulum, mutu, dan praktik laboratorium. Ini bukan hanya konsep, tetapi sudah berjalan secara nyata dan sistematis. Tentu ini menjadi referensi penting bagi kami untuk pengembangan di UMTAS,” ujarnya. Selain diskusi kurikulum, rombongan juga diajak meninjau langsung pengelolaan laboratorium keperawatan yang berbasis kompetensi dan simulasi klinik. Laboratorium tersebut dirancang menyerupai setting pelayanan kesehatan nyata, sehingga mahasiswa dapat mengasah keterampilan klinis secara optimal sebelum terjun ke lapangan. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan benchmarking semata, tetapi menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antar institusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan keperawatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Kolaborasi Strategis Antar FIKES Muhammadiyah untuk Mencetak Ners Unggul dan Kompetitif

Malang – Semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan kesehatan kembali ditunjukkan melalui kunjungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) ke Program Studi Profesi Ners FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini difokuskan pada benchmarking kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium keperawatan. Kunjungan ini bukan sekadar studi banding, tetapi menjadi ruang dialog strategis antar dua institusi dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan keperawatan. Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menegaskan bahwa penguatan kurikulum dan sistem mutu merupakan kunci dalam mencetak lulusan ners yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki daya saing internasional. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, belajar dari institusi yang telah lebih dahulu mengembangkan sistem OBE seperti FIKES UMM menjadi langkah penting,” ujarnya. Sementara itu, Kaprodi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menekankan bahwa keberhasilan implementasi OBE terletak pada konsistensi dan integrasi antar komponen pendidikan. Ia menjelaskan bahwa kurikulum di Prodi Ners FIKES UMM dirancang dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam setiap tahap pembelajaran. “Kami tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa. Semua itu terintegrasi dalam kurikulum OBE yang kami jalankan,” jelas Anis. Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga membahas berbagai praktik baik (best practices) dalam penjaminan mutu pendidikan, termasuk mekanisme evaluasi berkelanjutan, keterlibatan stakeholder, serta penggunaan data dalam pengambilan keputusan akademik. Selain itu, pengelolaan laboratorium menjadi salah satu topik yang menarik perhatian rombongan UMTAS. FIKES UMM dinilai berhasil menghadirkan lingkungan pembelajaran yang realistis dan mendukung peningkatan keterampilan klinik mahasiswa melalui fasilitas laboratorium yang modern dan terstandar. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring kerja sama antar institusi Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan pendidikan keperawatan. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan mutu lulusan tenaga kesehatan di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta inovasi-inovasi baru dalam pendidikan keperawatan yang mampu menghasilkan lulusan ners yang unggul, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penguatan Mutu Pendidikan Ners melalui Benchmarking Kurikulum OBE

Malang – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan terus dilakukan melalui kolaborasi antar institusi. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melakukan kunjungan akademik ke Program Studi Profesi Ners FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka benchmarking implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium pendidikan keperawatan. Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sistem pendidikan berbasis luaran (outcome) yang kini menjadi standar global dalam pendidikan tinggi kesehatan. Rombongan FIKES UMTAS dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMTAS periode 2023–2027, Asep Setiawan, M.Kep., yang menyampaikan bahwa transformasi kurikulum berbasis OBE bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan. “Kami melihat Prodi Ners FIKES UMM telah melangkah lebih maju dalam mengimplementasikan kurikulum OBE secara sistematis. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada kompetensi nyata di lapangan,” ungkap Asep. Dalam sesi diskusi, Kaprodi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep., Sp.Kep.MB., memaparkan secara komprehensif bagaimana kurikulum OBE diimplementasikan mulai dari perencanaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), desain pembelajaran berbasis student-centered learning, hingga sistem asesmen yang mengukur ketercapaian kompetensi secara objektif. Menurut Anis, implementasi OBE tidak hanya sebatas perubahan dokumen kurikulum, tetapi juga transformasi budaya akademik. “Kami memastikan bahwa setiap proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian akhir lulusan. Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui siklus penjaminan mutu yang ketat,” jelasnya. Tidak hanya membahas kurikulum, kunjungan ini juga menyoroti sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan di FIKES UMM. Sistem tersebut mencakup monitoring pembelajaran, evaluasi dosen, audit mutu internal, serta penggunaan teknologi dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas akademik. Rombongan FIKES UMTAS juga diajak meninjau fasilitas laboratorium keperawatan yang dimiliki FIKES UMM. Laboratorium tersebut dirancang menyerupai setting klinis nyata, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan klinik secara optimal sebelum terjun ke lapangan. Pengelolaan laboratorium yang terstandar dan berbasis kompetensi menjadi salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antar institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan di Indonesia. Benchmarking tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.